Mewahnya Rumah Kasat Narkoba Polres Belawan yang Ditangkap BNN

910
Pesona Indonesia
Rumah kediaman Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan Lubis, terlihat tertutup rapat di Jalan Tuasan, No 71D, Kec Medan Tembung, Jumat (22/4). Insert : AKP Ichwan. Foto: DANIL SIREGAR/SUMUT POS
Rumah kediaman Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan Lubis, terlihat tertutup rapat di Jalan Tuasan, No 71D, Kec Medan Tembung, Jumat (22/4). Insert : AKP Ichwan. Foto: DANIL SIREGAR/SUMUT POS

batampos.co.id – Ganteng, baru lulus magister (S2), posisi sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Belawan, membuat orang tak pernah menyangka kalau AKP Ichwan Lubis ada kaitannya dengan jaringan narkoba kelas kakap.

Masyarakat baru kaget begitu tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkapnya, Kamis (21/4/2016) pekan lalu di Medan. Ia dituding memeras bandar narkoba dengan mencatut nama Kepala BNN Budi Waseso.

Selama ini, warga memang tidak curiga, meski sang kasat memiliki rumah mewah. Warga berfikir, sekelas Kasat, tentulah dari kalangan keluarga kaya. Artinya, kaya duluan sebelum di kepolisian, sehingga wajar punya rumah mewah.

Namun setelah tertangkap, barulah muncul kecurigaan sumber uang sang Kasat sehingga bisa membangun rumah mewah di Jalan Tuasan, No 71D, Kec Medan Tembung, Medan, Sumut.

Namun, darimana pun sumbernya, yang terpenting, proses hukum dirinya berjalan fair.

Nah, sebelum diterbangkan ke Jakarta, pria yang kini sudah berstatus tersangka pemerasan dan penerimaan suap suap dari bandar narkoba itu sempat menulis status di BlackBerry Messenger (BBM).

“Ya Allah… Kuatkanlah aku menghadapi cobaan iniā€¦ Amin.” Begitu tulis Ichwan dalam status terakhir di personal BBM miliknya.

Samsul Bahri Lubis (45), pria yang memiliki hubungan keluarga satu marga mengaku, sempat melihat status tersebut.

Hanya saja, saat itu ia tidak menyangka kalau status itu curhatan Ichwan yang sedang menghadapi masalah serius.

“Status di personal BBM itu seperti menggambarkan dia bingung. Sorenya aku dapat kabar kalau dia ditangkap BNN, terus kuhubungi ke nomor ponselnya sudah tak aktif,” ungkap Samsul, seperti diberitakan Sumut Pos (Grup batampos.co.id).

“Ya, prihatin dengan apa yang terjadi. Bapak mertuanya baru saja meninggal dunia, belum lagi istrinya sedang hamil mengandung anak ketiga mereka,” tuturnya lagi. (rul/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar