Namanya Masuk di Panama Papers, Ini Kata Menko Polhukam

335
Pesona Indonesia
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Foto: istimewa
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Bukan hanya Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis yang namanya nangkring di Panama Papers, nama Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan juga ada namanya di daftar tersebut.

Namun, Luhut menyatakan dia tidak pernah terlibat dalam kegiatan di perusahaan yang tercantum di dokumen tersebut.

Ditemui di kantornya, Senin (25/4/2016), Luhut menyatakan bahwa dia tidak pernah tahu perihal perusahaan cangkang bernama Mayfair International Ltd tersebut.

’’Saya tidak pernah berkeinginan untuk tidak membayar pajak. Saya pembayar pajak yang setia,’’ ujar Luhut. Dia mengatakan baru mengetahui informasi tersebut baru-baru ini.

Luhut mengaku tidak tahu bagaimana namanya bisa ada dalam perusahana tersebut. Menurut dia, bisa saja perusahaan tersbeut dibuat tanpa sepengetahuannya. Sebab, untuk membuat perusahaan tersebut memang tidak diperlukan tanda tangan dia.

’’Alamat saya saja salah di situ,’’ lanjutnya.

Selain itu, sejak didirikan pada 2006, perusahaan tersebut tidak pernah melakukan transaksi. Perusahaan itu juga tidak mempengaruhi jumlah kekayaan maupun kewajiban pajak yang harus dia bayar. Karena merasa tidak terkait, Luhut pun tidak memasukkannya ke dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara.

’’Saya tidak pernah berkorespondensi, saya tanya staf saya, saya tidak pernah menerima uang, karena waktu itu (2006) saya juga tidak punya uang untuk melakukan SPV di luar,’’ lanjutnya. Luhut membenarkan bahwa PT Toba Sejahtera adalah perusahaan miliknya, namun hanya sebatas itu.

Sebelumnya, nama Luhut disebut-sebut ada dalam daftar pengusaha di dokumen Panama Papers. Nama Luhut tercantum sebagai direktur Mayfair International.

Perusahaan itu berkaitan dengan PT Persada Inti Energi, yang disebut-sebut terkait dengan PT Toba Sejahtera milik Luhut.

’’Yang disebut di situ Persada-Persada itu saya tidak tahu, saya tidak pernah punya perusahaan di luar negeri,’’ tambahnya. (byu/jpg)

Respon Anda?

komentar