Perda Cagar Budaya Harus Mampu Lindungi Tanah Adat

350
Pesona Indonesia
Husnizar Hood. foto:dok
Husnizar Hood. foto:dok

batampos.co.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Husnizar Hood mengatakan, sudah semestinya peraturan daerah mengenai cagar budaya yang sudah disahkan beberapa waktu lalu punya banyak fungsi berkenaan kebudayaan. Tidak sekadar serta-merta tentang pelestarian dan perlindungan cagar-cagar budaya yang ada di Kepri, tapi juga mampu memberikan perlakuan yang sama bagi tanah adat.

“Karena siapa tahu nanti beberapa tahun ke depan, ternyata ada tanah adat di Kepri ini. Siapa tahu,” ujar Husnizar, kemarin.

Tak luput dari pandangan Husnizar yang memang punya latar belakang kebudayaan, saat ini yang terdengar eksis hanyalah Kampung Tua yang ada di Kota Batam. Sudah begitu, kata dia, hingga kini belum ada aturan-aturan resmi tentang definisi kampung tua.

“Yang ada itu selama ini definisi kampung budaya. Makanya, Perda Cagar Budaya ini harus bisa turut melindungi Kampung Tua semacam ini,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Ketika masa pembahasan Perda Cagar Budaya, sambung Husnizar, usulannya ini sempat ditolak oleh panitia khusus yang lain. Namun, setelah diberi gambaran mengenai kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja ada jauh hari ke depan, usulan ini diterima.

“Saat ini tanah adat itu ada di Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan juga beberapa daerah lain. Siapa tahu nanti melalui penelitian-penelitian ternyata di Kepri ini juga ada tanah adat kan,” ucapnya.

Usulan ini, sambung dia, juga bisa menjadi wanti-wanti bila nantinya Kampung Tua di Kota Batam bisa termasuk dalam definisi ini. “Sehingga mereka bisa dapat kepastian tetap untuk terlindungi,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar