Tumpukan sampah di pinggir jalan menuju Tanjunguncang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir jalan menuju Tanjunguncang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Warga Sagulung menilai petugas kebersihan lamban menangani sampah. Akibatnya sampah pun menumpuk dan meluber ke badan jalan.

Di tempat pembuangan sampah sementara Dapur 12, yang berada disebelah kanan badan jalan sebelum Simpang Nato, Sagulung. Akibat petugas lamban mengangkut sampah yang ada di dalam bin kontainer, warga pun membuang sampah di sembarang tempat, karena bin yang disediakan sudah penuh dengan sampah.

“Volume sampah dari warga memang banyak. Setiap hari memang diangkut, tetapi petugas lambat mengangkutnya,” ujar Vina warga Dapur 12, kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (25/4).

Vina mengatakan, seharusnya petugas kebersihan lebih sigap lagi untuk menangani sampah, agar sampah yang ada tidak meluber ke badan jalan, membuat lingkungan sekitar menjadi kumuh.

Sementara itu, warga di Perumahan Suka Maju, Tembesi mengaku kesal terhadap petugas kebersihan, pasalnya keberadaan sampah di perumahan mereka sudah dua bulan tidak pernah diangkut. Seharunya sampah diangkut seminggu dua kali.

“Sebagian dibakar dan sebagian masih menumpuk di depan rumah,” ujar Paulina warga Perumahan Suka Maju, kemarin.

Padahal warga tidak pernah menunggak pada saat pembayaran retribusi. Setiap bulan warga membayar sebesar Rp 7 ribu. “Padahal kami tak pernah menunggak bayar retribusi,” ungkapnya.

Warga sempat menanyakan kepada petugas di lapangan, alasan mereka untuk pengelolaan sampah sudah ditangani pihak kecamatan. Namum pihak kecamatan juga belum ada yang turun mengambil sampah. “Sampai saat ini sampah belum diangkat, ” tutupnya. (cr14)

Respon Anda?

komentar