Satpol PP ‘Buang’ Orang Gila di Hutan Bintan, Dinsos Marah

1273
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang sengaja membuang orang yang mengalami gangguan jiwa (orang gila) di Kawasan Hutan Lindung Depan Perusahaan Air Minum PT Bestari, Jalan Lingkar Wacopek, Batu 20, Kelurahan Gunung Lengkuas, Minggu (23/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Hal ini dilakukan Pemko Tanjungpinang sebagai langkah ataupun cara dalam mengurangi keberadaan orang gila yang terlantar di ibu kota Provinsi Kepri ini.

“Tanjungpinang ini ibukota Provinsi Kepri. Dengan keberadaan orang gila yang berkeliaran tanpa menggunakan pakaian alias telanjang, pastinya merusak pemandangan ibukota ini. Jadi Pak Kasat perintahkan kami untuk pulangkan orang gila tersebut ke daerah Batu 20, Kijang, ” ujar Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Pemko Tanjungpinang, Omrani saat dikonfirmasi, Senin (24/4).

Anggotanya saat itu berhasil menjaring orang gila tanpa mengenakan busana sedang berjalan di Batu 13, Tanjungpinang. Setelah diamankan, lanjutnya, orang gila itu hendak dikirimkan ke Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Pemko Tanjungpinang sebagai instansi yang menanganinya. Namun dari informasi Dinsosnaker orang gila tersebut merupakan warga Kabupaten Bintan yang berdomisili di Jalan Nusantara Batu 18, Kelurahan Gunung Lengkuas. Sehingga ia diintruksikan agar orang gila itu dipulangkan keasalnya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika mengantarkan orang gila itu dengan menumpangi mobil patroli, sambungnya, orang gila itu enggan diturunkan sesuai dengan alamat yang didapatkannya dari Dinsosnaker. Malah ingin terus duduk di kursi belakang mobil. Sehingga anggotanya terus memacu laju mobilnya hingga sampai di Kawasan Hutan Lindung, Jalan Lingkar Wacopek. Tepat di lokasi depan Perusahaan Air Minum PT Bestari, tiba-tiba orang gila itu menginginkan untuk turun. Jadi anggotanyapun menuruti kemauan orang gila tersebut.

“Anggota saya nanya kepada orang gila tempat yang diinginkan. Kata orang gila itu maunya di Hutan Batu 20. Ya kita turutin maunya orang gila itu. Jadi bukan kita buang ke hutan melainkan kita antar sesuai permintaan,” akunya.

Kepala Dinsosnaker Pemko Tanjungpinang, Surjadi mengatakan sangat menyayangkan dengan tindakan anggota Satpol PP tersebut. Sebaiknya orang gila yang terlantar itu diserahkan kepihaknya. Karena penanganan orang gila yang terlantar di ibukota Kepri ini merupakan tugas instansinya.

“Satpol PP tak ada nyerahkan orang gila itu ke kita. Kalau diserahkan pastinya kita berikan penanganan. Tapi nyatanya malah dibuang, orang gilakan harus ditangani secara manusiawi bukannya diperlakukan seperti ini. Apalagi dibuang ke kawasan hutan itu sudah melanggar kebijakan Pemda,” katanya.

Sementara Sekcam Bintan Timur, Mujiono mengaku kesal mendengar perlakuan Satpol PP Tanjungpinang yang membuang orang gila ke wilayah yang dipimpinnya. Pasalnya tindakan seperti ini sudah menyalahi aturan dan juga tidak menghargai tatanan pemerintahan di Bintan.

“Ini namanya ajak perang. Emang daerah kita tempat penampungan orang gila. Pantesan saja orang gila di daerah ini semakin banyak. Kita minta mereka tarik lagi orang gila tersebut,” kesalnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar