Singapura akan Bangun Data Center di Batam

762
Pesona Indonesia
Mennkominfo Rudiantara (tengah) saat memberi keterangan pada reporter di Batam.
Mennkominfo Rudiantara (tengah) saat memberi keterangan pada reporter di Batam.

batampos.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menemui sejumlah calon investor asal Singapura di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Senin (25/4).

”Mereka tertarik membangun data center di Batam setelah melihat prospek cerah di Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Indonesia, Rudiantara.

Menurut Rudiantara, selama ini investor asal Singapura melihat perkembangan E-Commerce di Indonesia cukup baik. Mereka juga melihat Batam sebagai basis yang tepat untuk membangun industri E-Commerce karena lokasi yang strategis dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

”Data Centre yang ada di Batam ini nanti akan diprioritaskan memberikan pelayanan bukan hanya di Batam dan Singapura saja, tapi juga seluruh Indonesia,” kata Rudi lagi.

Motivasi lain yang membuat investor asal Singapura tergiur menanamkan modalnya di Batam adalah setelah melihat kesuksesan Studio Kinema di Nongsa.

”Kinema dengan bisnis animasinya sangat bagus dan memperlihatkan kualitas SDM yang juga sama bagusnya,” tambahnya.

Namun, investor IT dari Singapura ini juga ingin tahu bagaimana kepastian hukum dan regulasi di Batam, apalagi dalam waktu dekat akan memasuki era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Mereka minta kepastian dan aturan, apalagi ketika berubah menjadi KEK nanti,” imbuhnya.

Rudi yakin pada era KEK nanti, insentif khusus akan bertambah dan regulasi akan semakin jelas untuk membuat investor nyaman.

”Ini bertujuan untuk menjadikan Batam menjadi kompetitif, kalau tidak, kita bisa kalah dari negara lain,” tegasnya.

Pertemuan itu juga dihadiri Wali Kota Batam Rudi dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro. Hatanto mengatakan, di Batam investor akan nyaman karena berbagai kemudahan yang diberikan oleh otoritas setempat.

”Kalau bisa nyaman, tentu mereka akan undang teman-teman lainnya untuk ke Batam,” katanya.

Dalam pandangan Hatanto, industri IT memiliki prospek bagus, karena lebih sederhana dalam proses produksinya dibanding industri manufaktur.

”Industri IT dikerjakan dari luar Batam juga bisa, tak seperti manufaktur yang bisa dikerjakan di tempat,” katanya lagi.

Ia juga menjanjikan akan memberikan opsi terbuka bagi tenaga kerja di bidang IT yang rata-rata merupakan programmer.

”Kita akan lihat nanti, apakah mengambil dari SDM Batam atau rekrut dari tempat lain. Jika rekrutan harus mentransferkan ilmunya kepada Batam,” jelasnya.

Hatanto juga menambahkan keyakinannya di era KEK nanti, masing-masing industri akan memiliki insentif dan kemudahan yang berbeda.

”Industri yang berbeda, maka butuh insentif yang berbeda,” tutupnya. (ian/leo)

Respon Anda?

komentar