Sopir Bus Trans Batam Dianiaya, Dewan Minta Polisi Jangan Lepas Tangan

844
Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Tiban III, Sekupang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Tiban III, Sekupang.Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tidak adanya tindakan tegas dari kepolisian terhadap pelaku intimidasi, penganiayaan hingga penyanderaan sopir bus trans Batam, membuat aksi tersebut masih terus berlangsung. Sopir-sopir bus Trans Batam ketakutan karena keamanan mereka tak dijamin.

Baca Juga: Wali Kota Batam: Dua Kali Anak Buah Saya Digebukin Tak Ada Tindakan dari Polisi

Melihat kenyataan itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba mengatakan, kepentingan publik harus dikawal semua pihak, terutama aparat keamanan dari tindakan anarkis, ancaman, serta perbuatan melawan hukum.

”Bila terjadi ancaman dan penganiayaan, aparat harus hadir. Wajib hukumnya. Tapi kalau aparatnya (polisi) ngak mau, repot jadinya,” kata politikus Gerindra ini, seperti dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (26/4/2016).

Rindo menuturkan, kehadiran Trans Batam merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memperbaiki buruknya transportasi massal. Sebab, saat ini masyarakat sangat membutuhkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan murah.

”Hadirnya Trans Batam telah memberikan pilihan bagi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah,” ungkapnya.

Menurutnya, bila ancaman terus menghadang, khawatir operasional Trans Batam terganggu, maka masyarakat yang dirugikan. ”Kita berharap pemerintah tak takut ancaman segelintir orang,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Rindo, pemerintah melengkapi fasilitas keamanan dalam bus Trans Batam. Misalnya, setiap halte dan armada dipasang CCTV.

”Seperti di negara-negara maju, angkutan massalnya dilengkapi kamera pengintai,” ungkapnya.(leo/hgt/ska/eja/opi/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar