Sopir Bus Trans Batam Diintimidasi Sopir Angkot, Kapolres: Pemko Jangan hanya Bisa Salahkan Polisi

1305
Kapolresta Barelang Kombes Polisi Helmy Santika (kanan). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolresta Barelang Kombes Polisi Helmy Santika (kanan). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika merespon keluhan Wali Kota Batam, Rudi, yang menilai polisi tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap sopir angkutan kota (angkot) yang melakukan intimidasi, pemukulan, dan penyanderaan sopir bus trans Batam.

Helmy menilai, tak fair jika Wali Kota Batam hanya menyalahkan polisi. Bahkan polisi sudah melakukan tindakan. Salah satunya, saat terjadi penyanderaan bus trans Batam beberapa waktu lalu di Batuaji, polisi yang sedang patroli bergerak mengamankan dan meminta sopir bus trans Batam dilepaskan.

Baca Juga: Wali Kota Batam: Dua Kali Anak Buah Saya Digebukin Tak Ada Tindakan dari Polisi

Menurut Helmy, kisruh yang terjadi antara sopir bus trans Batam dan sopir angkot bukan ujuk-ujuk terjadi. “Masalah ini pasti awalnya ada sebabnya. Jika tidak ada sebabnya pasti tidak akan terjadi. Jika sebabnya tidak ditata, nantinya pasti akan terjadi akibat yang lainnya,” ungkapnya, Senin (25/4/2016).

Helmy menilai, Pemko Batam, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Batam sangat  mengerti mengapa muncul gesekan antara sopir bus Trans Batam dan sopir angkot.

“Silakan tanya Pemko, mereka lebih tahu. Persoalan ini muncul karena persoalan trayek yang tumpang tindih antara angkot dan bus trans Batam,” ungkap Helmy.

Menurutnya, persoalan trayek adalah domain Pemko Batam. Namun ketidakmampuan Pemko Batam menata trayek ini menimbulkan masalah di lapangan yang kemudian tanggungjawabnya dilepastkan ke kepolisian.

“Domain polisi itu memang mengamankan agar tidak muncul akibat buruk, tapi kalau akar masalahnya di Pemko Batam tak diselesaikan, masalah akan terus muncul,” tegas Helmy.

Helmy pun mempetanyakan kebijakan Pemko Batam soal pembagian trayek tersebut.

“Sudahkan mereka rapat koordinasi, konsolidasi, dan sosialisasi dengan pengelola angkot yang lebih dulu eksis di Batam? Mereka (Pemko) yang lebih kompeten menjawab. Kalau sudah, harusnya tak ada gesekan lagi di lapangan,” kata Helmy.

Anggotanya, kata Helmy, selalu siap memberikan layanan pengamanan. Namun persoalan trayek ini bisa menimbulkan masalah besar jika Pemko Batam tidak mencari solusi terbaik.

Helmy menyarankan Wali Kota Batam kembali bertemu dengan para pengelola angkot di Batam mencari solusi terbaik.

“Ini kan soal penataan trayek. Tuntaskan dong, kami polisi siap mengamankan. Tapi selesaikan dulu akar masalahnya,” tegas Helmy. (eggi/nur)

Respon Anda?

komentar