Triwulan I Investasi Tembus Rp 146,5 Triliun, Serap 327.170 Pekerja

618
Pesona Indonesia
ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Target investasi 2016 yang dipatok Rp 594,5 triliun diyakini bakal tercapai. Optimisme itu muncul setelah realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini tercatat tembus Rp 146,5 triliun.

Angka tersebut melonjak 17,6 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang masih Rp 124,6 triliun. Realisasi investasi itu menyerap 327 ribu tenaga kerja.

’’Tingginya realisasi selama triwulan I itu memperlihatkan investasi pada 2016 akan tetap naik. Pemerintah mempunyai komitmen dan tekad kuat untuk menjaga dan memperbaiki iklim investasi di Indonesia,” ujarnya di kantor BKPM, Senin (25/4/2016).

Franky menguraikan, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 50,4 triliun. Angka tersebut naik 18,6 persen dari posisi Rp 42,5 triliun pada periode yang sama 2015.

Sedangkan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 96,1 triliun atau naik 17,1 persen. Terkait dengan realisasi PMA, dia menekankan masuknya Tiongkok dalam empat besar negara asal investasi. Realisasi investasi asal Negeri Panda itu pada triwulan I 2016 mencapai USD 0,5 miliar.

’’Realisasi tersebut naik 400 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu diharapkan menjadi indikasi meningkatnya realisasi investasi Tiongkok pada masa akan datang,” ujar Franky.

Realisasi PMA berdasar lokasi proyek yang masuk dalam lima terbesar, antara lain, Sumatera Selatan senilai USD 1,9 miliar. Lalu, Jawa Barat USD 1,6 miliar, Banten USD 0,9 miliar, DKI Jakarta USD 0,6 miliar, dan Sulawesi Tengah USD 0,3 miliar.

Sementara itu, realisasi PMDN lima besar berada di JawaTimur senilai Rp 13,0 triliun, Kalimantan Tengah Rp 6,3 triliun, Jawa Barat Rp 6,1 triliun, Jawa Tengah Rp 5,3 triliun, dan Banten Rp 4,3 triliun.

Selain itu, Franky menjelaskan tentang peningkatan sebaran investasi di luar Jawa. Berdasar catatan BKPM, sebaran investasi di luar Jawa meningkat menjadi Rp 65,8 triliun atau setara 44,9 persen dari total investasi dibandingkan periode sebelumnya yang hanya 43,9 persen. Sementara itu, realisasi investasi di Jawa tercatat Rp 80,7 triliun atau 55,1 persen dari total investasi.

Tugas BKPM selanjutnya adalah mengawal agar proyek investasi yang sudah realisasi dapat selesai hingga memasuki tahap produksi komersial. Dia mencatat, sepanjang periode Januari–Maret 2016 terdapat 1.747 proyek baru mulai realisasi.

’’Untuk melakukan pengawalan proyek-proyek yang realisasi, BKPM telah membentuk investor relations officer (IRO) berdasar wilayah. Dengan demikian, seluruh proyek investasi di seluruh wilayah dapat dikawal oleh BKPM,” imbuhnya.

Terkait dengan penyerapan tenaga kerja, Deputi Pengendalian Pelaksanaan BKPM Azhar Lubis menjelaskan, realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan I 2016 mencapai 327.170 orang yang terdiri atas proyek PMDN 136.560 orang dan proyek PMA 190.610 orang.

’’Capaian realisasi investasi ini positif bagi upaya pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja,” paparAzhar. (ken/c7/oki/jpgrup)

Respon Anda?

komentar