5 Ribu Buruh akan Beraksi di Batam pada 1 Mei; May Day

1172
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Beberapa serikat buruh di Batam tengah mematangkan rencana untuk memperingati Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei dengan menggelar aksi damai di beberapa titik di Batam.

Kalangan buruh juga menggodok rencana untuk membuat panggung orasi buruh di titik yang jadi sentra lokasi demo yang diperkirakan akan dibuat di Jalan Engku Putri, Batamcenter. Di sana, buruh akan bergantian menyampaikan orasinya.

“May Day itu simbol kebebasan buruh, kami tak ingin ada provokasi, intinya aksi damai,”  kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Batam, Saiful Badri Sofyan, Selasa (26/4).

Hanya saja, dia menyambung, hingga saat ini belum beberapa serikat tengah berembug untuk mematangkan rencana itu. Termasuk, menentukan isu utama yang akan diusung saat demo yang rencananya akan menurunkan sekitar 5 ribu orang tersebut.

“Ada dua isu besar, yang pertama tentang UMS (Upah Minimum Sektoral) dan satu lagi tentang KEK (Kawasan Ekonomi Khusus),” paparnya.

Terkait UMS, Saiful menyebut isu itu penting lantaran hingga kini pengusaha masih banyak yang belum membayar pekerjanya dengan ketentuan tersebut. Alasannya, kata dia, pengusaha keberatan karena usulan angka UMS itu dinilai terlalu besar.

“Tapi paling tidak kan harus dinaikkan dari periode sebelumnya dengan persentase yang sama dengan kenaikan UMK (Upah Minimum Kota),” ujarnya.

Isu kedua yang tak kalah menarik, ia melanjutkan, terkait perubahan nomenklatur Batam yang akan menerapkan KEK. Isu yang akan disoroti, kata dia, yakni menolak KEK karena sesuai ketentuan, dalam satu kawasan KEK hanya dibolehkan ada satu serikat pekerja.

Selain itu, lanjut Saiful, kewajiban memindahkan perusahaan agar masuk kawasan KEK juga dinilai bakal berimbas terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi banyak pekerja di Batam.

“Karena untuk memindahkan perusahaan itu kan cost (biaya) nya banyak, pasti yang dikorbankan karyawannya (di-PHK),” katanya.

Hal senada dikatakan Sekjen Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Suprapto. Meski berencana menurunkan 5 ribu orang saat May Day yang dipusatkan di Terminal Pintu 3 Mukakuning, Seibeduk, ia mengatakan aksi unjuk rasa akan digelar damai.

“Karena biasanya kami yang mendatangi kantor Wali Kota, kini giliran kami minta Wali Kota yang mendatangi kami,” ujar Suprapto, Selasa (26/4).

Dalam aksinya nanti, FSPMI akan mengusung lima isu. Antara lain terkait UMS, penolakan KEK, menolak PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, menolak kriminalisasi buruh, pekerja maupun aktivis sosial.

“Dan yang kelima, kemungkinan dari SPMI secara nasional akan membidani lahirnya ormas (organisasi massa) yang nanti tak menutup kemungkinan bisa jadi parpol (partai politik),” kata dia. (rna)

Respon Anda?

komentar