Bengkulu Bangun Seribu Rumah sebagai Solusi Atasi Macet

423
Pesona Indonesia
kemacetan bengkulu BE
Ilustrasi kemacetan Bengkulu. Foto Bengkulu Ekspres/JPG

batampos.co.id – Konsep pembangunan komplek 1.000 rumah, yang digaungkan Wali Kota Bengkulu, H Helmi Hasan, sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan 20 tahun mendatang.

“Yang kita pikirkan itu 10 sampai 20 tahun kedepan, agar Kota Bengkulu ini tidak macet seperti di kota-kota besar lainnya,” kata Helmi, Selasa (26/4).

Rencananya, konsep pembangunan yang akan dimulai tahun 2016 ini sama seperti menciptakan kota baru di Kota Bengkulu. Tak tanggung-tanggung lahan yang akan digunakan pun lebih dari 20 hektar.

Bahkan tak seperti perumahan pada umumnya, konsep 1.000 rumah ini rencananya akan dilengkapi fasilitas yang sangat memadai, diantaranya sarana sekolah dari seluruh tingkatan, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan tradisional maupun modern, fasilitas ibadah, taman hiburan, perhotelan serta seluruh fasilitas lainnya.

Dijelaskan Helmi, dengan konsep ini maka akan menjadi satu perumahan yang saling berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga intensitas kepadatan masyarakat akan berkurang karena para penghuni perumahan tersebut tidak perlu lagi repot-repot hilir mudik atau keluar, karena sudah diberikan fasilitas yang lengkap.

“Jadi dia mau olahraga, sekolah gak perlu keluar lagi. Tapi kalau misalkan satu perumahan itu tidak memberikan pelayanan yang maksimal, maka orang akan keluar hilir mudik kemudian dampaknya menjadi macet nanti,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi penempatan lokasi ia mempersilahkan agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota untuk segera menyelesaikan verifikasi atas 2 opsi/pilihan lahan yakni Bentiring dan Betungan. Namun, ia juga menekankan agar pembangunan tersebut harus diatas satu hamparan luas, dalam artian tidak terpisah-pisah.

Karena tujuan lainnya bukan hanya sekedar membangun rumah PNS, tetapi juga bagaimana untuk pemekaran Kota Bengkulu. Sehingga daerah yang tadinya tidak tersentuh pembangunan kemudian bisa tersentuh pembangunan.

“Makanya saya katakan luas tanahnya pun harus luas, jangan tanggung-tanggung. Kita ingin ada perumahan yang memang skala besar, dan bukan sekedar 1000 rumah tapi ini juga bisa dikembangkan rumah tenaga kontrak kita, atau mungkin rumah kepoisian dan TNI dan sebagainya,” papar Helmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu, Syafriandi mengatakan, di wilayah Bentiring memang ada beberapa lokasi yang bisa dijadikan opsi, hanya saja masih terkendala luas lahan yang belum bisa mengakomodir pembangunan 1000 rumah tersebut.

Sehingga opsi kedua timbul di kawasan Betungan, dimana kawasan tersebut memiliki luas lahan yang cukup terlebih lagi sudah bersertifikat, sehingga lebih memungkinkan untuk segera dibangun. Namun, pihaknya masih akan melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan lokasi mana yang akan dipilih.

“Mudah-mudah tetap dengan jadwal awal kita agar secepatnya dilaunching. Dan kita optimis target pembangunan ini bisa tuntas dalam waktu 8 bulan,” imbuhnya. (JPG)

Respon Anda?

komentar