DAK Dipotong Rp 8 M, Sejumlah Proyek Fisik di Tanjungpinang Bakal Dipotong

386
Pesona Indonesia
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono. foto:yusnadi/batampos
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang tengah memutar otak untuk merasionalisasi anggaran, lantaran Dana Alokasi Pusat (DAK) yang diperoleh sebesar Rp 80 miliar harus dipotong 10 persen atau Rp 8 miliar oleh pusat.

Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono mengatakan, sesuai ketentuan, pihaknya akan memotong DAK proyek fisik untuk menyesuaikan kondisi tersebut.

“Untuk menyesuaikan, kami akan memotong DAK fisik saja. Sedangkan DAK Kesehatan dan pendidikan tidak dipotong,” ujar Riono, Selasa (26/4).

Disinggung proyek fisik apa saja yang akan terkena imbasnya, Riono mengatakan belum diketahui kepastiannya. “Masih dihitung. Rapat yang kemarin (24/4) kami lakukan membahas teknisnya dan pengumpulan data,” ujarnya.

Pengurangan DAK dari pusat, yang kemungkinan besar menurut Riono disebabkan defisit anggaran jelas berpengaruh terhadap keuangan dan rencana Pemko Tanjungpinang yang telah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang tahun 2016. “Jelas berpengaruh terhadap volume kegiatan, diantaranya waktu pelaksanaan,” ujarnya.

Sebab, pihaknya harus kembali menghitung dan menyesuaikan anggaran. “Laporan penyesuaian anggaran ini harus sudah selesai akhir April 2016 ini,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, pengurangan DAK sebesar 10 persen berlaku secara nasional.

Tapi, kata Lis, proyek fisik yang telah dilelang tidak akan dipotong. “Yang sudah dilelang, tak boleh lagi dipotong,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar