Investasi Sektor Furnitur Melonjak

505
Pesona Indonesia
Furniture untuk kebutuhan dapur. Foto: istimewa
Furniture untuk kebutuhan dapur. Foto: istimewa

batampos.co.id –  Sektor furnitur menjadi salah satu primadona investasi. Limpahan relokasi pabrik furnitur dari Tiongkok turut meningkatkan investasi sektor furnitur dari penanaman modal dalam negeri.

Berdasar data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sektor furnitur di triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 775 miliar. Itu meningkat 28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Akumulasi investasi tersebut diperoleh dari penanaman modal asing USD 21 juta dan penanaman modal dalam negeri Rp 482 miliar.

”Ini menunjukkan besarnya potensi investasi di sektor furnitur,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani kemarin (26/4).

Untuk menarik lebih banyak modal asing, BKPM telah mempromosikan investasi di Dongguan, salah satu pusat industri furnitur di Tiongkok. Selama ini furnitur Tiongkok menguasai separuh pasar global. Sementara itu, Indonesia menjadi sumber bahan baku utama furnitur, terutama kayu dan rotan.

”Sekitar 85 persen bahan baku rotan dunia berasal dari Indonesia,’’ jelasnya.

Menurut Franky, dengan populasi 255 juta penduduk dan 64 juta kelas menengah, Indonesia adalah pasar yang sangat besar.

”Indonesia juga merupakan gerbang untuk meraih pasar di Asia Tenggara. Yakni, pasar ketiga terbesar di dunia dengan 618 juta penduduk dan 190 juta kelas menengah,” ungkapnya.

Secara umum, industri furnitur di Indonesia terbagi menjadi dua cluster. Pertama, industri furnitur berbasis kayu,  Cluster ini berpusat di Pulau Jawa seperti Jepara dan Sukabumi, serta Pulau Bali. Cluster kedua adalah industri furnitur berbasis rotan yang berkembang di Cirebon. Bahan baku rotan itu banyak dihasilkan di Kalimantan dan Sumatera.

Investasi dari Tiongkok pada kuartal pertama tahun ini mencapai USD 464,6 juta. Angka tersebut masih di luar sektor minyak dan gas. Itu menempatkan Tiongkok sebagai investor terbesar keempat di Indonesia. Tercatat, sejak 2010 realisasi investasi Tiongkok mencapai USD 2,1 miliar.

’’Pertumbuhan investasinya rata-rata 61 persen per tahun,” tutur Franky. (ken/c5/noe/jpgrup)

Respon Anda?

komentar