Presiden Akui Sulit Bebaskan Sandera, Keluarga Korban Makin Cemas

596
Pesona Indonesia
Hendrik Sahabat, menunjukkan foto abang sepupunyan Peter Tonsen Barahama di rumahnya Perumahan Mukakuning Paradise Blok J8 Kelurahan Tempayan, Batuaji, Selasa (29/3). Peter Tonsen Barahama disandera bersama 9 rekan-rekannya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Hendrik Sahabat, menunjukkan foto abang sepupunyan Peter Tonsen Barahama di rumahnya Perumahan Mukakuning Paradise Blok J8 Kelurahan Tempayan, Batuaji, Selasa (29/3). Peter Tonsen Barahama disandera bersama 9 rekan-rekannya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengakuan Presiden RI Joko Widodo bahwa pemerintah sulit membebaskan 14 WNI yang disandera militan Abu sayyaf membuat keluarga korban semakin cemas. Mereka bigung harus berharap pada siapa lagi, jika pemerintah saja sudah mengeluh sulit.

Keluarga salah satu sandera asal Batam, Peter Tonsen Barahama, mengaku sangat cemas. Apalagi tidak ada kabar kondisi Peter dan sembilan rekannya.

“Sudah sebulan mereka disandera, kabarnyapun tak ada sama sekali. Upaya (pembebasan) dari pemerintah belum ada hasil. Gimana nggak cemas kami,” kata Hendrik Sahabat, adik sepupu Peter, di perumahan Villa Mukakuning Paradise blok J/8, Batuaji, Batam, Senin (25/4/2016) lalu.

Menurut Hendrik, sejauh ini belum ada perkembangan kabar yang berarti. “Beritanya itu-itu saja dari pemerintah,” katanya.

Yang paling memcemaskan Hendrik dan keluarga pemenggalan salah satu sandera WN Kanada karena tidak mendapat tebusan.

Ya, sebelumnya, kelompok militan Abu Sayyaf memang memenggal seorang sandera asal Kanada, John Risdel. Sandera tersebut dieksekusi lantaran pemerintah Kanada tak kunjung membayar uang tebusan yang mereka minta.

John Risdel merupakan seorang konsultan pertambangan yang tinggal di Filipina dan diculik bersama tiga orang lainya di Mindanao pada September tahun lalu. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Ro 86 miliar dengan tenggat waktu pembayaran pada pukul 3.00 sore, Senin (25/4/2016).

Beberapa jam setelah batas akhir pembayaran tembusan itu, ditemukan potongan kepala manusia Risdel di sebuah pulau terpencil di Filipina.

Selain 14 WNI, saat ini kelompok Abu Sayyaf juga masih menyandera seorang warga Filipina, Tess Flor. Seperti sandera lainnya, nasib Tess Flor juga belum diketahui hingga saat ini. (eja/jpgrup)

Baca Juga:
> Jokowi Akui Sulit Membebaskan 14 WNI yang Disandera Abu Sayyaf
> Warga Kanada Dipenggal Abu Sayyaf, Ini Reaksi Perdana Menterinya
> Tebusan Tak Kunjung Diterima, Abu Sayyaf Penggal Kepala Sandera
> 5 ABK TB Henry Selamat, Tapi Terancam Dipecat
> Lima ABK TB Henry yang Nyaris Disandera Tiba di Indonesia
> Takut Diculik Militan Abu Sayyaf, Amerika Larang Warganya ke Filipina Selatan
> Militer Filipina Minta Indonesia Jangan Bayar Tebusan pada Abu Sayyaf
> Kontak Senjata Lagi dengan Abu Sayyaf, 7 Tentara Filipina Luka
> Malaysia Siap Kawal Kapal TB Henry Kembali ke Indonesia
> Militer Filipina Kuasai 3 Markas Abu Sayyaf, Sandera Belum Ditemukan
> Abu Sayyaf Keluarkan Ultimatum Soal Uang Tebusan
> 14 WNI masih Disandera Abu Sayyaf
> Batasi Ruang Gerak Abu Sayyaf, TNI Kerjasama Filipina dan Malaysia
> Ini Nama ABK TB Henry yang Diculik Militan Abu Sayyaf
> 10 Sandera Belum Dilepas, Abu Sayyaf Kembali Culik 4 ABK TB Henry
> Sudah 20 Hari, Lokasi 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Tak Diketahui
> Tunggu Komando, Pasukan TNI Siap Gempur Militan Abu Sayyaf
> Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapiā€¦
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar