Lapas Barelang Over Kapasitas, Ini yang Dilakukan Petugas Supaya Aman

332
Pesona Indonesia
Kabid Bimdik Lapas Kelas II A Batam, Luthfi. Foto: dok.batampos
Kabid Bimdik Lapas Kelas II A Batam, Luthfi Maulana. Foto: dok.batampos

batampos.co.id – Lapas Kelas II A Barelangyang kapasitasnya hanya 400-an nara pidana (napi) kini berisi 1.350 napi.

Dengan kapasitas berlebih itu, potensi konflikj antar napi dan napi dengan sipir sangat mungkin terjadi. Namun sejauh ini tidak pernah terjadi konflik seperti di daerah lain.

Baca Juga: Kapasitas Lapas Barelang 400-an, Dihuni 1.350 Napi

Ternyata, petugas lapas punya cara tersendiri. Kasi binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengatakan, situasi yang aman dan kondusif dalam Lapas itu, tak lepas dari kerja keras petugas lapas untuk tetap mengawasi dan memberikan perhatian yang lebih kepada para napi agar tetap tenang menjalani masa hukuman.

“Kami membina warga binaan dengan hati. Sistem kedekatan sebagai sahabat dan keluarga. Alhamdulilah sampai saat ini sikap saling menghargai (antara napi dan petugas sipir) tetap terjaga dengan baik,” kata Luthfi.

Kedekatan yang dimaksud adalah sikap petugas lapas atau sipir untuk mengedepankan nilai sopan santun dan kemanusiaan dalam menghadapi beragam kelakukan dari para napi.

“Kadang mereka berulah, tapi ya tak bisa kita langsung main kasar, tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Nasehati secara baik-baik,” ujarnya.

Selain itu untuk menekan berbagai gejolak dari para napi baik itu terkait kebijakan baru ataupun tekanan dengan masa hukuman mereka, pihak lapas juga rutin menggelar berbagai kegiatan yang positif seperti workshop, perlombaan karya seni, pembuatan kerajinan tangan dan lainnya sebagainya sebagai bentuk pengalihan emosi dan gejolak batin dari warga binaan.

“Kalau perbanyak kegiatan positif dalam lapas, jelas mereka akan terhibur dan lupa akan gejolak yang ada dalam pikiran mereka,” kata Lutfhi.

Tindakan kekerasan untuk membina para napi diakui Lutfhi itu adalah langkah akhir jika segala cara pendekatan sudah dilakukan dan warga binaan yang bersangkutan sudah benar-benar mengancam keamanan dan ketenangan lapas.

“Tapi yang seperti itu jarang terjadi, kalaupun ada yang tetap koordinasi dengan kepolisian,” tuturnya.

Alhasil dari langkah-langkah pembinaan yang diterapkan tersebut, diakui Lutfhi sejauh ini situasi dan keamanan di Lapas Barelang aman dan terkendali.

Sementara untuk pengamanan Lapas dari kunjungan orang luar, pihak Lapas juga tetap mengedepankan sistem pemeriksaan dan pengawalan yang ketat. Ini bertujuan untuk menghindari barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas.

“Pengunjung (harian) harus melalui tiga tahap pemeriksaan dan waktunya hanya 15 menit,” ujar Luthfi.

Begitu juga dengan kunjungan dari instansi atau kelompok tertentu juga diterima namun tetap dengan prosedur dan alasan yang bisa diterima.

“Misalkan sosialisasi narkoba atau apalah, boleh saja, tapi tetap dalam pengawasan anggota kami,” kata Luthfi. (eja/bp)

Respon Anda?

komentar