Pak Jokowi, Ada Baiknya Kaji Opsi Perppu Tax Amnesty

283
Pesona Indonesia
Ketua Ade Komarudin. Foto: Dok JPNN
Ketua DPR Ade Komarudin. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau tax amnesty yang ditarget kelar pada masa sidang DPR saat ini ternyata tak terpenuhi. Karenanya, DPR pun menyarankan pemerintah untuk mengkaji opsi lain sebelum RUU Tax Amnesty tuntas dibahas.

Menurut Ketua DPR Ade Komarudin, ada baiknya pemerintah mengantisipasi lambatnya pembahasan RUU Tax Amensty. Karenanya jika Presiden Joko Widodo menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Tax Amensty, maka DPR pun tak akan keberatan.

“Presiden kan punya opsi, termasuk perppu. Kalau RUU Tax Amnesty ini lambat, presiden punya hak prerogatif menerbitkan peraturan pemerintah,” kata Ade di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (27/4).

Akom -sapaan Ade- mengatakan, perppu memang baik untuk sebagai solusi atas kebutuhan payung hukum tax amnesty. Sebab, kini negara memang membutuhkan uang untuk menutup defisit APBN.

HAnya saja, kata politikus Golkar itu, alangkah lebih baik lagi jika payung hukum tax amnesty adalah UU hasil pembahasan DPR dan pemerintah. “Kalau melalui undang-undang tentu bulat putusannya. Kalau perppu, kesannya lonjong,” katanya.

Karenanya Akom menegaskan, DPR telah menugaskan Komisi XI yang membidangi perpajakan untuk membahas RUU Tax Amnesty. Harapannya pembahasan bisa dikebut dan RUU Tax Amnesty bisa diberlakukan tahun ini

“Rapat kerja Komisi XI dengan pihak pemerintah akan terus digelar dalam rangka pembentukan panitia kerja (panja) RUU tentang Pengampunan Pajak. Insya Allah pada pertengahan Mei mendatang panja terbentuk,” pungkasnya.(fas/jpnn)

Respon Anda?

komentar