Pemkab Bengkulu Menyuntik Dana Rp 13 Miliar Bantu Petani Ikan

655
Pesona Indonesia
Ilustrasi Petani Ikan. Foto: Dokumen JPNN
Ilustrasi Petani Ikan. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) menyuntik bantuan dana RP 1,3 miliar kepada 178 kelompok petani ikan air tawar tersebar di Kabupaten BU.

Dana bersumber dari DAK dan APBD diperuntukan untuk membangun jalan produksi, irigasi, bak penampungan, pakan ikan serta bibit.

Kepala DKP Kabupaten BU, Agus Haryanto SE MM melalui Kabid Bididaya, Supandi SH masih banyak kelompok petani yang terkendala akses jalan mengeluarkan hasil panen ikan, masalah irigasi dan pembesaran ikan. “Dana itu untuk kelompok, jika ingin mendapatkan atau mengajukan bantuan harus membentuk kelompok terlebih dulu,” jelas Supandi.

Dari jumlah kelompok petani ikan air tawar yang terdaftar di DKP, masih banyak petani yang belum terdaftar lantaran tidak paham keuntungan jika membentuk kelompok tani. Jumlah kelompok petani ikan air tawar 10 sampai 15 orang.

Jika sudah terbentuk kelompok sertakan daftar anggota atas tanda tangan Kades setempat. Setelah itu jika syarat teknis terpenuhi, daftar tersebut akan diajukan proposal ke pusat.

Keuntungan menjadi kelompok salah satunya tidak sulit jika menjual ikan, mendapatkan bantuan, mulai dari pakan dan bibit. “Kebanyakan petani tidak paham keuntungan membuat kelompok. Kadang yang tidak masuk kelompok mempertanyakan, kenapa hanya sebagian petani yang mendapatkan bantuan,” imbuh Supandi.

Komoditas ikan air tawar paling utama di Kabupaten BU ialah ikan nila, kemudian ikan Mas, Lele, Gurami dan Patin. Pengiriman ikan dari Kabupaten BU mencakup Provinsi Bengkulu, Lubuk Pinang, Pagar Alam, Kabupaten Lebong, Kepahiang dan Pagar Alam. Potensi ikan air tawar di Kabupaten BU sangat menjanjikan, meningkat produksinya setiap tahun. Tahun 2016 sampai triwulan pertama produksi ikan mencapai 2.744 ton lebih. “Setiap tahun produksi ikan meningkat. Dikarenakan kelompok petani sudah mulai paham bagaimana cara berbudidaya ikan, fakor bibit dan pakan ikan juga berpengaruh, serta BBI yang teratur memnuhi kebutuhan petani,” tutup Supandi.(167)

Respon Anda?

komentar