Prostitusi Terselubung di Natuna, Mucikari Dapat Bagian Setengah

790
Pesona Indonesia
Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia  menunjukkan barang bukti dan mucikari praktik prostitusi terselubung di Natuna. foto:aulia rahman/batampos
Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia menunjukkan barang bukti dan mucikari praktik prostitusi terselubung di Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Praktek prostitusi terselubung di Natuna ternyata benar adanya, setelah polisi mengungkap bisnis esek-esek yang tekuni tersangka F, 23, Minggu malam.

Dengan berkedok sebagai salon kecantikan di Kelurahan Bandarsyah, tersangka F dengan mudah mencari pelanggan hidung belang yang butuh layanan esek-esek.

Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia menuturkan, tersangka F diringkus di salon kecantikan, setelah sebelumnya mengungkap praktek jual beli jasa esek-esek di salah satu hotel di Ranai.

Dikatakan Amazon, bisnis tersangka F adalah kejahatan prostitusi. Penangkapan dilakukan setelah anggota Polsek Bunguran Timur menyamar sebagai pelanggan, lalu menyewa kamar hotel, tentu informasi itu dari masyarakat dan pulbaket sebelumnya.

“Anggota (polisi) bayar Rp 500 ribu untuk boking cewek yang disediakan tersangka F,” ungkap Amazon didampingi Kapolsek Bunguran Timur AKP M Sibarani, di Mapolsek Buguran Timur, Selasa (26/4).

Pada saat penggerebekan sebelumnya, kata Amazon, barang bukti menguatkan bisnis prostitusi terselebung ini sudah lama terjadi. Baik itu percakapan melalui ponsel, sejumlah uang tunai, kondom dan sejumlah wanita panggilan binaan tersangka F.

Hasil pemeriksaan sementara, tarif yang ditetapkan F untuk sekali kencan bervariasi. Mulai Rp 500 ribu. Dari tarif kencan itu, tersangka F mendapat bagian separuhnya.

“Kalau tarifnya Rp 500 ribu, tersangka F kebagian Rp 200 ribu, wanitanya Rp 200 ribu dan Rp 100 ribu untuk salon. Karena melayani pelanggan, wanita dipercantik dulu di salon F itu,” ujar Amazon.

Sementara ancamannya dijerat adalah pasal 506 dan 296, F sebagai mucikari, yaotu mengambil untung dari prostitusi, memudahkan perbuatan cabul, dan menjadi mata pencaharian. Ancamannya dibawah lima tahun.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar