Rokok Tangkapan Kanwil BC Diduga Palsu

713
Pesona Indonesia
Kepala Bidang Operasi Kanwil Khusus DJBC  menunjukkan rokok tangkapan merek luffman diduga palsu. foto:sandi/batampos
Kepala Bidang Operasi Kanwil Khusus DJBC menunjukkan rokok tangkapan merek luffman diduga palsu. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Ribuan bungkus rokok merek Luffman dan A100 yang disita oleh kapal patroli Mustang BC 10021 milik Kanwil Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun dari penangkapan speedboat Sengek Bonks 2000 pada Sabtu (23/4) lalu ternyata bukan berasal dari Batam. Speedboat itu dikemudikan oleh tekong Nurhalim.

”Sejauh ini, hasil penyidikan diketahui ribuan bungkus rokok yang tidak dilengkapi pita cukai bukan dari Batam. Karena, dari pengakuan pelaku, kapal berangkat dari Jembatan 6 Barelang, Batam, dalam keadaan kosong. Kemudian, berangkat menuju ke perairan sebelah timur outer of port limit (OPL) untuk menjemput muatan berupa rokok. Rencanya, jika lolos ribuan bungkus rokok ini akan dibawa ke Pulau Kijang, Tembilahan,” ujar Kepala Bidang Operasi dan Penindakan, Raden Evy Suhartantyo, Selasa (26/4).

Soal keaslian rokok tersebut, Evy menyebutkan, memang ada dugaan bahwa rokok yang saat ini sudah disita adalah rokok yang diduga palsu, khususnya merek. ”Sebab, sebagaimana yang kita ketahui pabrik rokok Luffman adanya di Batam. Sementara dalam peristiwa penangkapan ini rokok diambil dari perairan OPL dan coba diselundupkan ke dalam negeri. Tentang siapa pemilik rokok yang kita tangkapan ini, sejauh ini sudah ada satu nama yang akan kita kembangkan dan orang yang diduga sebgai pemilik itu berada di Kepri,” jelasnya.

Saat pengejaran speedboat tersebut petugas BC mengeluarkan tembakan dan mengenai seorang kru speedboat. Soal peristiwa penembakan dalam operasi penindakan penyelundupan rokok yang mengenai seorang kru speedboat berinisial RW, menurut dia, targetnya bukan orang. Melainkan, sasaran petugas BC untuk menghentikan speedboat, khususnya mesin speedboat. Sebagai bukti, 4 dari 5 mesin yang ada di speed boat terkena tembakan. Kemudian, tembakan berikutnya mengenai bagian belakang kru. Kondisi RW saat ini sudah mulai pulih dan dalam penjagaan anggota BC dan polisi.

Sementara itu, tekong speedboat Sengek Bonks 2000 Nurhalim yang ditemui koran ini secara terpisah menyebutkan, dia tidak tahu rokok yang dijemputnya untuk dibawa ke Pulau Kijang, Tembilahan, rokok asli atau palsu. ”Saya hanya diminta untuk menjemput ke tengah laut. Dan, kapal yang membawa muatan rokok ini adalah kapal kayu yang tidak ada namanya,” ungkap pria yang sudah dua kali melakukan hal yang sama. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar