Tarif Baru Antar Pulau dan Darat di Lingga Berlaku Sebelum 1 Mei

1093
Pesona Indonesia
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos
Kapal feri MV Arena yang melayani rute Daik-Tanjungpinang. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Laut dan Udara Dishubkominfo Kabupaten Lingga, Selamat mengatakan, setelah duduk bersama operator transportasi laut dan Organda, tarif baru pasca penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) segera berlaku. Hal tersebut disampaikan Selamat di ruang kerjanya, komplek perkantoran Bandar Sultan Mahmud Riayat Syah III, Selasa (26/4) siang.

Setelah duduk bersama Jumat (22/4) lalu, kata Selamat, baik operator kapal maupun Organda yang hadir sepakat penurunan tarif baru telah didudukkan bersama-sama. Kesepakan tersebut kata Selamat, akan segera disampaikan kepada Bupati Lingga.

“Hari ini (Selasa) kita sampaikan ke bupati hasil rapatnya. Sebelum tanggal 1 Mei, tarif baru antar pulau maupun darat segera berlaku,” ungkap Selamat.

Rata-rata penurunan tarif baru, ungkap Selamat, 3 hingga 8 persen. Pemberlakuan tarif ini akan segera direalisasikan dalam waktu cepat.

“Ada yang turun sampai 8 persen,” timpal Selamat.

Sementara itu, persoalan lain khususnya operator kapal laut yang melayani warga Kabupaten Lingga Daik-Tanjungpinang, juga telah disampaikan Selamat dalam rapat bersama. Dishubkominfo menegaskan, agar operator segera berbenah diri. Kerusakan yang kerap terjadi, mengganggu jadwal keberangkatan dan kedatangan, tidak harus terjadi lagi.

Dalam rapat bersama, operator meyakinkan Dishubkominfo untuk memaksimalkan armada yang ada. Termasuk soal kerusakan body kapal Arena III yang membuat khawatir penumpang. Kenyamanan, keamanan dan ketepatan waktu menjadi tuntunan operator yang melayani rute transportasi laut di Lingga. Terlebih lagi akan menghadapi musim laut selatan dengan gelombang yang tinggi.

“Saat ini, operator kapal berjanji memaksimalkan armada yang ada dulu. Melakukan perbaikan dan pembenahan. Kita tidak ingin ada rusak yang menggagu jadwal. Jika terjadi lagi, mau tidak mau, operator harus mengganti dengan armada yang baru,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar