DPRD Soroti Pelayanan Darurat RSUP Kepri terkait Meninggalnya Anggota DPRD Kepri

704
Pesona Indonesia
Amir Hakim. foto:dok
Amir Hakim. foto:dok

batampos.co.id – Kualitas pelayanan Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Provinsi Kepulauan Riau, mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwailan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri.

Wakil Ketua III, DPRD Kepri, Amir Hakim saat ditemui di rumah duka anggota DPRD Kepri, Sofyan Samsir, menuturkan adanya kemungkinan kesalahan dalam penanganan teman sejawatnya itu.

“Itu perlu ditinjau ulang. Karena ada golden period, dengan usia relatif muda ini biasanya secara logika kedokteran itu masih bisa ditangani, apabila di masa tersebut dilakukan hal-hal yang benar,” ucap Hakim yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan kebidanan ini.

Hal yang perlu menjadi sorotan menurutnya, kendaraan yang membawa pasien saat mengalami serangan di lokasi tersebut. “Ambulance yang datang ternyata hanya transport ambulance,” sambungnya.

Menurutnya, pihak rumah sakit mempertanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan pasien. Sehingga pihak rumah sakit sudah seharusnya mengirimkan ambulance rescue, bukannya hanya ambulance yang mengantarkan pasien tersebut menuju rumah sakit.

“Tahun 1997 di RSOB ketika saya di sana selaku kepala seksi pelayanan, itu saya pisah, ada rescue ambulance dan transport ambulance. Rescue ambulance itu termasuk evakuasi,” jelasnya.

Sehingga rescue ambulance yang dimaksud Hakim, sudah dilengkapi dengan peralatan dan tenaga yang sudah terlatih.

“RSUP harus ada dong, berapa coba anggaran yang terus dianggarkan tiap tahunnya selama ini dari APBD? Sampai puluhan M (miliar),” ucap Hakim lagi.

Dari peristiwa yang terjadi belakangan, Hakim mengaku akan sesegera mungkin memanggil pihak RSUP. “Makanya ini yang mau saya tanyakan, apa sih yang dilakukan di ICU mereka? Bagaimana sih mereka melakukannya? Kompeten tidak dokter-dokternya? Kualitasnya? Gimana kepala RSnya? Gimana komite mediknya?,” paparnya.

Ia juga menerangkan bahwa dilihat dari pengalaman yang ada, tokoh-tokoh masyarakat ini rentan terhadap kardiovaskuler, yakni serangan jantung maupun stroke, dikarenakan pekerjaannya yang penuh tekanan dan stres.

“Kita sudah lihat bagaimana sekda, kenapa almarhum gubernur sampai harus ke Singapura dan sekarang ini? Kenapa? Karena ketidakmampuan. Dan ini mungkin saja terjadi kepada kita semua,” ucap Hakim dengan nada tinggi.

Berangkat dari kerapnya keluhan yang dialami masyarakat dan juga beberapa kejadian yang terjadi di kalangan pejabat, Hakim menjanjikan untuk segera memanggil RSUP dan beberapa rumah sakit lainnya di wilayah Tanjungpinang untuk dapat memperbaiki kualitas pelayanan, utamanya pelayanan darurat.

“Apa pun itu, ini adalah pengalaman pahit, tapi saya tidak mau ini terulang kembali. Apabila sudah optimal sesuai dengan SOP, segala upaya telah dilakukan tapi tetap terjadi, itu sudah menjadi kehendak Allah. Namun apa yang terjadi saat ini oleh teman sejawat saya, harus segera dibenahi. Maaf kalau saya agak emosional,” tutur Hakim.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara mengaku menyetujui pemikiran yang disampaikan Amir Hakim tersebut. Sehingga selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan melakukan hearing bersama RSUP dan rumah sakit lainnya.

“Selesai pansus LKPj inilah, langsung kami panggil,” ucap Teddy singkat. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar