Filipina Siapkan Operasi Besar-Besaran untuk Menumpas Kelompok Abu Sayyaf

564
Pesona Indonesia
Militer Filipina. Foto:  US DVIDS website.
Militer Filipina. Foto: US DVIDS website.

batampos.co.id – Kekejian kelompok militan Abu Sayyaf yang telah mengeksekusi sandera asal Kanada, John Ridsdel, telah membuat Presiden Filipina Benigno Aquino III alias Noynoy geram.

Presiden berusia 56 tahun tersebut menjanjikan aksi militer besar-besaran untuk melibas kelompok militan yang bersarang di Kota Jolo, Provinsi Sulu, Rabu (27/4).

Dalam pernyataan resminya, Noynoy menuturkan bahwa aksi militer menjadi cara paling ampuh untuk menetralkan alias membasmi Abu Sayyaf.

”Jelas akan jatuh korban jiwa. Tapi, itu yang harus kita lakukan untuk menghentikan aksi kriminal ASG (kelompok Abu Sayyaf, Red),” tandas Noynoy.

Namun demikian, Noynoy tidak menuliskan kapan aksi militer itu akan diluncurkan.

Selain Ridsdel yang kepalanya dilemparkan ke halaman Balai Kota Jolo sekitar lima jam setelah tenggat penebusan berakhir, Abu Sayyaf masih punya sekitar 20 sandera. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Kanada, Belanda, dan Norwegia. Kepada para sandera itu pun, Abu Sayyaf telah menetapkan batas waktu pembayaran uang tebusan. (jpnn)

Respon Anda?

komentar