Foto-Foto Pin dan Pan, Kembar Siam yang Enggan Dipisahkan

1430
Pesona Indonesia

Bocah-kembar-siam-Pin-dan-Pan-4batampos.co.id – Banyak kembar siam yang lahir di muka bumi ini namun orangtuanya cenderung memaksakan diri untuk memisahkannya. Akibatnya tak sedikit operasi yang gagal yang menyebabkan keduanya tewas.

Ada juga yang memilih menyerahkan anak kembar siamnya kepada orang lain atau meninggalkannya untuk diasuh kakek dan neneknya karena malu.

Baca Juga: Meski Memungkinkan, Bocah Kembar Siam Ini Enggan Dipisahkan

Tapi, ada sedikit orangtua yang dengan sabar menerima anaknya yang lahir kembar siam. Ia tak mau memisahkan karena menganggap bagian dari karunia yang harus ia syukuri. Diberi keturunan, meski kembar siam.

Nah, di Thailand, ada kembar siam benama Pin dan Pan. Ia sudah berumur 7 tahun. Mereka tidak mau dipisahkan, meski secara medis operasi pemisahan tubuh memungkinkan untuk dilakukan.

Pin dan Pan lahir dengan kepala sendiri, torso, dan lengan mereka. Namun, tubuh kedunya terhubung di bagian pinggang.

Bocah kembar siam ini berbagi sepasang kaki. Pin mengontrol dan menggerakkan satu kaki dan Pan mengendalikan kaki sebelahnya ketika mereka berjalan, berpakaian, makan, dan bahkan naik sepeda.

Si kembar Pin dan Pan saat bermain. Foto: The Sun
Si kembar Pin dan Pan saat bermain. Foto: The Sun

Si kembar siam tinggal di Nakhon Sawan, sekitar 250 km sebelah utara Bangkok, Thailand. Mereka hidup bersama kakek dan nenek mereka.

Tha Sun yang melaporkan berita ini tak menceritakan mengapa si kembar siam ini bisa diasuh kakek dan neneknya. Kemana orangtuanya?

Pin dan Pan bersama kakek dan neneknya yang setia mengasuhnya. Foto: The Sun
Pin dan Pan bersama kakek dan neneknya yang setia mengasuhnya. Foto: The Sun

Nenek bocah kembar siam, Noknoi Pongchumnan, mengatakan si kembar suka menyanyi, makan es krim, membantu satu sama lain dengan berdandan dan cekikikan bersama-sama.

“Saya tidak pernah berharap untuk melihat mereka dipisahkan, bahkan jika mereka bisa. Ini tidak pernah terlintas dalam pikiran saya,” ujar si nenek kembar siam ini.

Meski mengalami keterbatasan fisik, kakek dan nenek si kembar berharap bahwa pendidikan cucunya dapat memberi keterampilan untuk menjalani hidup mandiri di masa depan.

“Saya ingin Pin dan Pan mendapatkan pekerjaan, karena mereka memiliki potensi dan kemampuan,” ujar Kepala sekolah Sunan Jepang.

Kakek dan nenek si kembar siam Pin dan Pan saatmencoba meneggakkan si kembar. Foto: The Sun
Kakek dan nenek si kembar siam Pin dan Pan saatmencoba meneggakkan si kembar. Foto: The Sun

Nenek bocah kembar siam ini juga memiliki harapan besar agar cucunya kelak bisa hidup mandiri. Dia ingin cucunya sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan, sang nenek ingin cucunya menjadi dokter untuk membantu orang lain yang mengalami masalah medis.

“Saya sangat terkejut saat pertama kali melihat mereka. Saya tidak pernah berharap cucu saya menjadi siam,” ujarnya, seperti dikutip dari laman The Sun, Rabu (27/4/2016).

Kakek si kembar, Sanay Rompin, menambahkan: “Dia kembali dari rumah sakit menangis saat mengetahui cucunya kembar siam.”

Pin dan Pan saat makan. Foto: The Sun
Pin dan Pan saat makan. Foto: The Sun

Rompin mengakui bahwa ia merasa kasihan kepada si kembar selama beberapa bulan setelah mereka lahir. Tapi sekarang ia mengaku bangga dengan cucunya. Bahkan, sang cucu kadang-kadang nakal.

“Mereka tidak suka diberitahu apa yang harus dilakukan. Jika mereka ingin melakukan sesuatu, mereka akan melakukannya. Mereka adalah anak-anak yang sangat spontan dan keras kepala,” ujar Rompin.

Menurut dia, meskipun cucunya kembar siam, tetapi Pin dan Pan memiliki kepribadian yang jauh berbeda.

“Satu menyukai rambut pendek dengan gaya pixie, sementara yang satunya lagi lebih suka rambutnya panjang. Satu suka makan mie, satunya lagi tidak suka.”

Pin dan Pan saat main bersama. Foto: The Sun
Pin dan Pan saat main bersama. Foto: The Sun

Dokter telah mengatakan Pin dan Pan memungkinkan untuk dipisahkan, namun bocah kembar siam mengatakan mereka ingin tetap bergabung bersama selamanya.

“Mungkin lebih baik jika mereka bisa dipisahkan. Tapi saya tidak berpikir itu mungkin, dan mereka senang karena kembar siam.” kata si kakek. (the sun/one/pojoksatu/nur)

Respon Anda?

komentar