Horor di Magelang dan Jogja, 13 Ditembak, 3 Dibacok

636
Pesona Indonesia
Warga menolong NER, 12, yang menjadi korban pembacokan.di jalan dekat sekolahnya di Patalan Kidul Kotagede, Jogjakarta, Senin (25/4/2016). Foto: instagram
Warga menolong NER, 12, yang menjadi korban pembacokan.di jalan dekat sekolahnya di Patalan Kidul Kotagede, Jogjakarta, Senin (25/4/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Warga Kota Magelang dan Jogjakarta diliputi kecemasan. Dua kota yang hanya terpisah jarak 30 kilometer itu dilanda teror berupa penembakan dan pembacokan.

Data yang dihimpun Radar Jogja (grup batampos.co.id), teror di Magelang berupa penembakan oleh seseorang menggunakan senjata angin secara serampangan.

Sementara di Jogja, teror berbentuk pembacokan warga secara mendadak. Korbannya mayoritas perempuan.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menyebutkan, hingga Rabu (27/4/2016), korban mencapai 13 orang dari sebelumnya 9 orang. Korban terdiri atas 12 perempuan dan 1 laki-laki. Rata-rata sasaran tembakan adalah pinggang ke bawah.

”Sekarang kami gali informasi dari para korban. Seorang korban sudah memberikan beberapa keterangan kunci terkait pelaku, seperti fisik dan kendaraan yang digunakan,” tuturnya.

Edi Purwanto mengutarakan, lokasi penembakan sejauh ini masih di kawasan pecinan (Jalan Pemuda), Jalan Ikhlas, dan meluas ke Jalan Tidar. Di kawasan pecinan, polisi menemukan dua proyektil. Satu proyektil masih menempel di tubuh korban.

”Dari proyektil bisa diketahui bahwa itu peluru yang sama,” ujarnya.

Edi menyebutkan, tiga tim dari Polda Jateng siap membantu pihaknya. Dua di antaranya sudah mulai menyelidiki, yakni intel dan reskrim. Sementara itu, satu tim lagi dari labfor datang besok.

”Bantuan labfor sangat diperlukan untuk menyelidiki proyektil, luka korban, dan senapan angin. Termasuk pemeriksaan CCTV di kawasan pecinan,” imbuhnya.

Untuk itu, masyarakat yang merasa terluka akibat terkena bidikan senapan bisa aktif melapor. Itu akan mempermudah pengembangan penyelidikan dan penyidikan petugas sehingga kasusnya bisa cepat terungkap.

Sementara itu, di Jogjakarta, pelaku teror pembacokan makin nekat. Tidak hanya saat malam, aksi juga dilakukan di siang bolong. Misalnya, kejadian yang menimpa Ner, 12, siswa SD, warga Prenggan, Kotagede, sepulang sekolah, Senin (25/4/2016).

Korban yang biasa pulang dengan mengendarai sepeda kayuh itu diserang orang tak dikenal dengan benda tajam. Akibatnya, dia menderita luka sayatan di lengan dan mendapat 25 jahitan.

Kapolsek Kotagede Kompol Suparman mengatakan, kejadian tersebut bermula saat korban pulang sekolah pukul 12.45. Sesampai di Jalan Nyi Pembayun, Kotagede, Jogja, tepatnya di utara Lapangan Karang Kotagede, korban didekati seorang lelaki tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Supra.

Pelaku mendekati korban, kemudian menyayat lengan kanan dengan menggunakan senjata tajam jenis cutter. Pelaku kemudian kabur ke timur.

”Pelaku diperkirakan tiga orang. Satu orang mendekati korban, dua lainnya mengawasi dan mengamankan jalur kabur,” ujar Suparman kepada Radar Jogja Senin (25/4).

Satu korban lainnya yang diserang orang tak dikenal adalah K, pelajar SMK berumur 16 tahun. K diserang saat pulang dari sekolah dengan sepeda motor di daerah Prenggan, Kotagede. Berdasar kesaksian sejumlah orang di sekitar TKP, korban dipepet pelaku, kemudian lengan kanannya dilukai. Korban pun dirawat di Rumah Sakit Hidayatullah. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar