Jangan Takut Hadapi MEA, tapi Tingkatkan Keahlian supaya Bisa Bersaing

374
Pesona Indonesia
Peserta pelatihan elektrikal  bersama Disnaker Karimun. foto:sandi/batampos
Peserta pelatihan elektrikal bersama Disnaker Karimun. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak awal tahun ini jangan dianggap sebagai hal yang menakutkan, sehingga dapat menghambat tenaga kerja lokal. Melainkan, jadikan momentum MEA sebagai sarana untuk meningakatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing seperti yang dilakukan Dinas Ternaga Kerja dengan memberikan pelatihan dibidang elektrikal.

”Kepada SDM tenaga kerja lokal di Karimun jangan takut menghadapi MEA, tapi bagiamana melalui MEA ini dapat meningkatkan keahlian dan kemampuan tenaga kerja lokal. Dan, kita telah membuat program pelatihan untuk, meningkatkan skill SDM di berbagai bidang. Misalnya bidang untuk mengendalikan atau menjadi operator alat berat. Kemudian, hari ini (kemarin, red) kita melaksanakan pelatihan untuk tenaga kerja dibidang mekanikal dan lektrikal,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamsjah, Selasa (26/4).

Pelaksanaan pelatihan ini, kata Ruffindy, bukan berarti tenaga kerja lokal tersebut tidak memiliki keahlian. Tetapi, dengan keahlian yang sudah ada dapat memberikan tambahan kemampuan. Karena dilatih oleh beberapa orang tenaga ahli yang sudah berpengalaman dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Jadi, skill yang sudah dimiliki ini nanti tidak saja dapat digunakan untuk perusahaan yang ada di daerah ini, tapi juga dapat menjadi daya saing untuk bekerja di luar negeri sesuai dengan ketentuan MEA.

Ketua Association of Karimun Mechanical and Electrical (ASKME) Kabupaten Karimun, Dedy secara terpisah menyebutkan, program pelatihan yang dilaksankan oleh Disnaker sangat membantu para tenaga kerja lokal untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan tenaga kerja di era pasar MEA.

”Dalam mengikuti pelatihan elektrikal kali ini, kita mengirimkan 20 orang dan semuanya anak-anak Karimun. Mereka diwajibkan mengikuti sampai selesai, yakni selama 6 hari. Sehingga, ilmu yang didapat dapat digunakan dalam persaingan SDM ke depan,” paparnya.

Perlu diketahui, lanjut Dedy, sebenarnya tenaga kerja lokal dibidang mekanikal dan elektrikal tidak kalah saing dengan tenaga kerja dari luar. Apalagi, dengan pengalaman yang pernah dimiliki. Hanya saja, dengan MEA ini ada kendala yang dihadapi. Yakni, SDM atau tenaga kerja lokal tidak memiliki lisensi, sehingga, ketika mendaftar ke perusahaan tidak bisa menunjukkan bukti. Melalui, pelatihan ini seluruh peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat dan juga lisensi. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar