Penembakan di Magelang dan Jogja, Ini Kata Psikolog

291
Pesona Indonesia
Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan

batampos.co.id – Penembakan brutal menggunakan senapan angin di Magelang dan penusukan yangterjadi di Jogja yang menelan korban luka puluhan orang dinilai Sosiolog kriminal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Supraptobisa dipicu beberapa faktor.

Pertama, kemungkinan motivasi pelaku melakukan aksi kriminal itu bisa jadi berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang salah satunya digelar di Kota Jogja pada 2017.

”Tapi, kecil kemungkinan arahnya ke situ,” kata Suprapto saat dihubungi Radar Jogja Rabu (27/4/2016).

Baca Juga: Horor di Magelang dan Jogja, 13 Ditembak, 3 Dibacok

Kedua, tindakan itu adalah upaya eksistensi diri sebuah kelompok atau geng tertentu untuk unjuk kekuatan agar musuhnya mengetahui. Bisa juga seseorang agar diketahui jasanya dan bisa digunakan kekuatan tertentu yang membutuhkan.

Ketiga, kegiatan iseng dari orang tertentu sebagai pelampiasan kondisi kejiwaannya.

Keempat, penyayatan itu adalah syarat aliran tertentu agar anggotanya bisa naik tingkat apabila bisa berhasil melukai lengan kanan korban. Sebab, tiga korban menderita luka sayat tepat di lengan kanan.

”Tidak hanya bacok, tapi memilih lengan, spesifik lagi sebelah kanan,” ungkapnya.

Sementara ini, dia lebih condong pada kemungkinan nomor dua dan empat. Kendati, banyak yang menduga bahwa pelakunya psikopat.

”Kalau psikopat masuk ke kemungkinan ketiga karena kondisi kejiwaan tertentu. Hanya, kalau psikopat, dia asal saja menyakiti, bisa kepala atau bagian tubuh lain. Tapi, ini kenapa harus lengan kanan, seperti ada kriteria tertentu,” paparnya.

Dia juga meragukan bahwa penyerangan itu identik dengan pelemparan petasan terhadap simpatisan partai beberapa waktu lalu. Menurut dia, hal tersebut tidak berkaitan dengan insiden di Sleman itu.

”Kalau Sleman itu murni orang iseng yang melampiaskan kekecewaan dan dia tidak tahu akibatnya fatal. Menurut saya tidak ada hubungan dan keterkaitan,” ujarnya. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar