Kena Kasus Tidak Bakal Dapat Pengampunan Pajak

919
Pesona Indonesia
Johan Budi, juru bicara presiden. Foto: istimewa
Johan Budi, juru bicara presiden. Foto: istimewa

batampos.co.id – Juru Bicara Presiden Johan Budi SP menjelaskan, Presiden sudah memanggil tiga pimpinan lembaga penegak hukum untuk menyamakan persepsi soal tax amnesty (pengampunan pajak).

Penyamaan persepsi itu khususnya berkaitan dengan kerahasiaan data dan larangan menjadikan laporan keuangan hasil tax amnesty sebagai dasar penyelidikan.

Sistem pengampunan itu tidak akan berlaku sama rata bagi pemilik dana di luar negeri.

’’Ada poin, kalau orang-orang itu kena kasus hukum sebelumnya, misalnya masih dalam proses penyelidikan oleh KPK, kejaksaan, kepolisian, maka dia tidak bisa masuk pengampunan,’’ terangnya.

Bila tidak terkena kasus sebelumnya, maka harus ada persamaan persepsi di antara penegak hukum.

Baca Juga: Jika RUU Tax Amensty Gagal di DPR, Jokowi Siapkan PP

Mantan Jubir KPK ini juga menyebut, ada tiga kejahatan yang tidak masuk ke dalam tax amnesty. Yakni, narkoba, terorisme, dan human trafficking (perdagangan manusia).

“Sebelum tax amnesty disahkan, ada yang sedang dalam proses penyidikan, apalagi penuntutan, yang berarti sudah pro justisia, maka tidak bisa masuk tax amnesty,” tegas Johan Budi. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar