Panen Jagung Perdana Bukit Harapan Membawa Harapan di Lingga

899
Pesona Indonesia
Panen jagung perdana di Desa Bukit Harapan yang dihadiri Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos
Panen jagung perdana di Desa Bukit Harapan yang dihadiri Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Gerakan menanam ditanggapi warga Desa Bukit Harapan, Kabupaten Lingga, dengan menanam jagung dan kini membuahkan hasil. Gerakan menanam adalah salah satu program ketahanan pangan yang sejalan dengan program pemerintah pusat.

Panen perdana lahan 2 hektare milik warga yang telah ditanami 5.000 batang jagung mendapat sambutan positif Bupati Lingga, Alias Wello. Dalam kesempatan tersebut, Awe sapaan akrabnya, juga menyempatkan waktunya ikut memanen langsung dari kebun masyarakat. Gerakan ini, kata Awe, memberikan motivasi dan semangat kepada warga Kabupaten Lingga meneruskan tradisi menanam.

Kegiatan ini adalah undangan langsung pemuda desa Dedi Suryadi, sarjana desa yang bergelar S2 dan aktif bertani memberikan motivasi warga untuk semangat bertani. Kata Dedi, selama ini tanah hasil alam Bukit Harapan cukup menjanjikan dibidang pertanian. Namun, semangat masyarakat, berkurang karena salama ini hasil sangat sulit dipasarkan.

“Kami ucapkan terimakasih, karena kehadiran bapak Bupati dan jajarannya mau mampir ke desa kami. Selama ini, warga kita di sini seperti kehilangan semangat, karena sulit pemasaran. Kita harapkan, datangnya bapak Bupati membangkitkan semangat dan mencarikan solusi pemasaran,” ungkap Dedi, Rabu (27/4) sore dalam kegiatan yang digelar sederhana diperkebunan jagung sekaligus dialog bersama warga Desa Bukit Harapan.

Ditempat yang sama, Muhammad Akip, Kepala Desa Bukit Harapan juga berharap, adanya investasi yang ikut membangun desa. Kendala selama ini, sudah banyak investor yang datang melirik namun entah apa yang menjadi kendala hingga saat ini tidak pernah teralisasi. “Pernah ada investor ingin mengolah tanah sini untuk ditanami tebu, ubi, tapi kita tidak tahu apa persoalan, entah perizinannya yang sulit. Disini ada 259 KK, yang sangat butuh perhatian dibidang pertanian membangkitkan ekonomi masyarakat,” kata Akip.

Sementara itu, Awe dalam kesempatannya berdialog bersama masyarakat mengatakan, jangan sampai kehilangan harapan. Dijamannya, pertanian dan penguatan pangan akan menjadi program yang utama. Solusi pemasaran akan dicarikan Awe. Begitu juga soal lahan-lahan warga, Awe himbau agar warga tidak menjual tanah.

“Insya Allah, tahun depan pabrik tepung Tapioka akan kita bangun di Lingga. Warga teruslah bertani dan memaksimalkan potensinya. Warga jangan lagi, menjual tanah. Penguatan pangan, ini menjadi program kita. Ketahanan pangan ini, adalah isu besar yang harus kita usung bersama-sama,” tutup Bupati. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar