Polisi Yakin Ada Anak Bawah Umur yang Jadi Korban Bisnis Prostitusi di Natuna

512
Pesona Indonesia
Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia  menunjukkan barang bukti dan mucikari praktik prostitusi terselubung di Natuna. foto:aulia rahman/batampos
Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia menunjukkan barang bukti dan mucikari praktik prostitusi terselubung di Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Tertangkapnya seorang tersangka mucikari prostitusi terselubung, inisal F, 23, di Ranai, Minggu (24/4), memperkuat dugaan keterlibatan oknum pelajar sebagai pemuas nafsu pelanggannya.

Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia mengatakan, kuatnya dugaan adanya keterlibatan siswi atau anak bawah umur dalam jaringan prostitusi F, sebab dalam pengakuan tersangka tidak mengenal lebih detil status ataupun umur wanita yang menjadi penghibur pria hidung belang. Namun tersangka menyatakan tidak ada wanitanya masih usia bawah umur.

“Tidak menutup kemungkinan, ada beberapa korban masih dibawah umur, karena ada beberapa belum bersedia dimintai keterangan sebagai saksi dengan alasan sakit,” ujar Amazon.

Prostitusi ini, kata Amazon, tidak secara online. Tetapi tersangka menyebarkan nomor ponselnya kepada kenalan dan teman. Dengan tawaran layanan esek esek.

“Kalau mau cewek plus plus, langsung hubungi ponsel tersangka,” ujar Amazon.

Dalam pengakuan korban yang digrebek Polsek, sambung Amazon, dalam sepekan sudah melayani empat tamu. Dengan tarif Rp 500 ribu sekali layanan.

“Sementara kasus prostitusi ini masih dikembangkan, ada beberapa korban belum bersedia dimintai keterangan, alasannya sakit. Mereka bisa jadi masih sekolah atau masih bawah umur,” ungkap Amazon.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar