Sehari 907 Ton Bawang Merah Ilegal Diamankan

588
Pesona Indonesia
Anggota Lanal Dumai menjaga ketat bawang merah yang dibawa ke Pelabuhan Dumai, Rabu (27/4/2016). Foto: Hasan./JPG
Anggota Lanal Dumai menjaga ketat bawang merah yang dibawa ke Pelabuhan Dumai, Rabu (27/4/2016). Foto: Hasan./JPG

batampos.co.id – Dumai memang menjadi sasaran masuknya bawang merah ilegal. Buktinya dalam sehari sebanyak 90,7 ton bawang merah ilegal diamankan di perairan bengkalis yang diduga akan diedarkan ke Dumai.

Anehnya, lagi-lagi tertera di karung bawang merah itu importirnya adalah PT Abadi Jaya yang beralamat di Jalan Merdeka nomor 21 A/B.

Namun sayangnya PT itu diduga palsu, pasalnya tidak terdaftar di badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Dumai. Sesuai data yang ada dialamat tersebut terdaftar UD Pangan Jaya milik M Suri alias Alu. Akan tetapi hingga saat ini petugas belum bisa memastikan apa kaitan M suri dengan penyelundupan bawang merah yang kerap ditangkap tersebut.

Penangkapan bawang merah seberat 90,7 ton itu dilakukan oleh instansi berbeda, seperti Bea Cukai, Lanal Dumai di peraiaran Bukit Batu Kabupaten Bangkalis, Rabu (27/4) dini hari. Penangkapan pertama dilakukan Bea Cukai. Tim Terpadu Bea Cukai kembali menegah upaya masuknya Bawang Merah Impor ilegal, dengan Kapal Patroli BC 15016. Mereka berhasil menegah KM Mutiara Sejati, saat melintas di Perairan Tanjung Jering, Kabupaten Bengkalis.

Kapal bermuatan Bawang sekitar 23,7 ton ini ditegah selepas berlabuh dari Kuala Linggi, Malaysia. Rencananya kapal tersebut hendak bongkar muatan Bawang di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis dan di Dumai.

“Kami sudah dapat informasi. Maka kami langsung lakukan pengintaian selepas kapal berlayar dari Kuala Linggi,” Kasubsi Penindakan KPP Bea Cukai Dumai, Eko Wigiyanto.

Kemudian tidak lama dari penangkapan bea cukai, Tim lanal Dumai berhasil menangkap sekitar 58 ton bawang yang diamankan dari dua Kapal. Selain itu tim juga berhasil mengamankan 9 awak Kapal yang diamankan. Pada waktu yang sama Kapal KRI Cucut 866 juga mengamankan dua kapal dengan bermuatan sekitar 9 ton serta 11 ABK.

Bahkan saat penangkapan menurut informasi tim juga sempat melakukan kejar-kejaran dengan kapal pembawa bawang, namun karena kapal tim lebih cepat dan berhasil mengamankan kapal tersebut.

”Penangkapan itu berawal dari informasi intelegen lanal, dari itu dilakukan penangkapan, dan berhasil menangkap dua kapal bermuatan 58 ton,” terang Danlanal Dumai, Lektol Laut (P) Muhammad Risahdi (HAN) saat kepada Riau Pos, Rabu (27/4) kemarin.

Ia mengatakan bawang ilegal itu, diduga berasal dari Malaysia Kuala linggi, bawang merah ilegal itu diduga melanggar uu tentang kepabeanan dan permendag. ”Nanti nya akan kami limpahkan ke BC, setelah di tindak lanjuti,” tutupnya. (JPG)

Respon Anda?

komentar