Sekolah Berjarak 2 Kilometer dari Kampung, Anak-Anak di Seberas Enggan Lanjutkan Sekolah

1108
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Keberadaan Sekolah Dasar Kecil ” One Teacher School ” di pesisir Seberas, Desa Penarah, Kecamatan Belat, sudah beberapa tahun lalu. Namun tidak ada perkembangan setelah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Sekolah tersebut mempunyai enam ruang ruang belajar, tetapi yang berfungsi hanya tiga ruangan saja dengan tiga guru pengajar yang berstatus honorer.

”Saya berharap dapat dimaksimalkan sekolah inilah. Banyak anak-anak di sini ingin sekolah, namun ketika naik kelas empat, mereka enggan melanjutkan. Sebab, menuju sekolah induk SDN 013 di Dusun Penarah, Desa Penarah, harus menempuh jarak 2 kilometer,” keluh salah seorang wali murid M Rafiq, di Tanjungbalai Karimun, Rabu (27/4).

Hal tersebut sering dikeluhkan oleh orangtua murid yang anaknya akan naik ke kelas empat, mengingat menuju sekolah Induk cukup jauh dengan jalan setapak yang berdebu ketika panas dan berlumpur saat musim hujan turun. Ditambah lagi, memberikan uang jajan lebih besar lagi. ”Maklum di sini rata-rata berprofesi nelayan dan berpenghasilan rendah. Ada sekitar 70 Kepala Keluarga (KK),” ungkapnya.

Sementara itu staf Tata Usaha SD One Teacher School, Ata saat di konfirmasi mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah pernah mengusulkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun agar SD ini dimaksimalkan. Tidak hanya sampai kelas tiga saja, namun ditambah sampai kelas enam. Sehingga, muridnya tidak perlu melanjutkan ke sekolah induk SDN 013 di Dusun Penarah.

Saat ini jumlah pelajar mencapai 20 orang, yang terdiri dari kelas satu ada lima orang, kelas dua empat orang dan kelas tiga enam orang. Ditambah lima orang yang melanjutkan ke kelas empat di SD induk.

”Ada tiga guru yang mengajar di sini. Dua orang guru honor kontrak dan saya merangkap tenaga pengajar. Sedangkan, kepala sekolah lebih banyak di sekolah induk SDN 013 dibandingkan di sini. Dengan kata lain, sebulan pun belum tau bertandang ke sini,” jawabnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengatakan, kalau proses belajar mengajar tetap berjalan seperti sekolah lainnya. Di karenakan, sekolah tersebut berkonsep One Teacher School maka gurunya honor. Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ditambah ke depannya. ” Nanti kita evaluasi kembali,” singkatnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar