Walikota Pantau Tanjungpinang Melalui Grup Line, Ternyata Efektif

360
Pesona Indonesia
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah telah setahun terakhir menggunakan media sosial (medsos) grup Line untuk memantau kinerja kepala Satuan Keja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.

“Hasilnya efektif. Dari situ saya bisa mengetahui apa saja yang terjadi di Kota Tanjugpinang berdasarkan laporan Kepala SKPD,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Restoran Shangrilla, Rabu (27/4).

Koordinasi yang dilakukan melalui Line dikatakan Lis sangat membantu komunikasi antara Wali Kota Tanjungpinang dan jajaran di bawahnya. “Karena tidak bisa setiap hari saya dan pejabat-pejabat Pemko Tanjungpinang bertatap muka,” ujarnya.

Lis menceritakan, satu persoalan penting yang berhasil ditangani dari laporan di Line adalah mengenai pengemis. “Ada ibu-ibu pengemis yang telah dibina dan dibantu oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Tapi keesokan harinya ternyata masih mengemis. Kemudian ada yang memotret ibu itu dan dikirim ke grup Line, dari situ langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.

Laporan yang dikirim ke grup Line, lanjut Lis, setiap sebulan sekali, akan diprint-out oleh Humas Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Tanjungpinang. Selanjutnya akan didistribusikan kepada dinas terkait. “Dari situ dapat diketahui mana laporan yang sudah direalisasikan, dan mana yang belum ditindaklanjuti. Dinas terkait harus menindak yang belum direalisasikan,” ujar Lis.

Selain memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel untuk memantau Kepala SKPD, Lis juga mengatakan nomor ponselnya juga terbuka bagi masyarakat Kota Tanjungpinang. “Setiap hari itu ada 400-500 sms yang masuk ke handphone saya,” ujar Lis.

Tapi, disela kegiatannya yang padat, ia selalu membaca pesan-pesan yang masuk. “Disitulah seninya kepala daerah untuk mengetahui keluhan masyarakat,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar