Anggaran Terbatas, Program Taskin Dihilangkan

369
Pesona Indonesia
Rumah pelantar di Natuna. foto:cipi ckandina
Rumah pelantar di Natuna. Warga tidak mampu menjadi sasaran program pengentasan kemiskinan (taksin). foto:cipi ckandina

batampos.co.id – Wakil ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki mengatakan, program pengentasan kemiskinan (taskin) pada tahun 2016 ini belum dianggarkan.

Program taskin, kata Marzuki, alokasi anggarannya menerapkan sistem sharing antara APBD kabupaten dan APBD provinsi. Namun pada tahun 2016 ini, tidak dianggarkan dari provinsi, karena daerah tidak menyediakan alokasi dana taskin.

“Kemungkinan program taskin akan dilanjutkan pada APBD Perubahan 2016 mendatang. Kami akan upayakan supaya dimunculkan kembali,” kata Marzuki di kantor DPRD Natuna kemarin.

Pemkab Natuna, kata Marzuki, beralasan tidak menganggarkan taskin karena ada beberapa faktor. Diantaranya keterbatasan anggaran dan pendapatan daerah tahun 2016. Sehingga kemampuan dana tidak mampu menjangkau taskin.

Bahkan capaian program taskin tahun 2015 lalu, sambungnya, banyak sektor tidak mencapai 100 persen, apalagi ada kegiatan yang tidak dijalan.

“Taskin yang sekarang adalah anggaran taskin tunda bayar tahun 2015 lalu. Sebab sudah ada kelompok yang sudah menjalankan kegiatannya dengan anggaran sendiri. Ini dihitung utang oleh Pemkab, dan akan dibayarkan melalui APBD Perubahan tahun ini,” ungkapnya.

Kata Marzuki, berdasarkan keterangan yang diperoleh, data taskin di Provinsi sudah tersedia. Maka dari itu, DPRD akan berupaya mendorong Pemkab Natuna untuk mengusulkan dana taskin di APBD Perubahan tahun ini.

“Kami akan menyarankan Bupati terpilih (Hamid Rizal, red) setelah dilantik, supaya program taskin bisa dianggarkan di APBD perubahan 2016,” ungkap politisi Gerindra ini.

Marzuki mengatakan, dana yang disiapkan pemerintah provinsi untuk taskin tahun ini sekitar Rp 20 miliar. Dengan jumlah dana ini tentunya sangat disayangkan sekali jika nanti dialihkan sasarannya ke kabupaten lain.

“Tapi untuk dapatkan Rp 20 miliar itu, daerah harus siapkan dana taskin Rp 10 miliar, sesuai sharing yang diatur selama ini,” sebut Marzuni.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar