Bos Chobani Bagi-Bagi Saham, 2.000 Karyawannya Jadi Miliarder

1530
Pesona Indonesia
Hamdi Ulukaya, bos perusahaan yogurt Chobani. Foto: istimewa/youtube
Hamdi Ulukaya, bos perusahaan yogurt Chobani. Foto: istimewa/youtube

batampos.co.id – Ini patut dicontoh oleh para pengusaha kaya raya. Harta sebanyak apapun tidak akan pernah di bawa mati kecuali kain kafan. Membagian sebagian kekayaan pada yang berhak menerimanya atau pada karyawan yang ikut membesarkan perusahaan jauh lebih baik.

Mungkin itulah yang ada di benak Hamdi Ulukaya, bos perusahaan yogurt Chobani ini.  Dia tidak mau kaya sendiri. Ketika kemakmuran perusahaan yang didirikannya berlimpah, sang CEO tidak melupakan jerih payah para karyawannya. Dia memberikan kejutan yang menyenangkan untuk ribuan anak buahnya.

Selasa (26/4/2016) Hamdi Ulukaya membagi-bagikan 10 persen saham perusahaan kepada para karyawan tetap. Karyawan tetap di perusahaan yang berbasis di New Berlin, New York, Amerika Serikat (AS), itu lebih dari 2 ribu orang.

Namun, ada syarat untuk pembagian saham tersebut. Ulukaya baru akan memberikan saham tersebut ketika Chobani bisa melantai di bursa saham nanti atau saat sudah IPO. Nah, pembagiannya kelak berdasar masa kerja setiap karyawan dan perannya di perusahaan.

Saham yang dibagikan bisa dikonversikan ke uang tunai. Tentu saja nilai dari saham ini bergantung kepada performa perusahaan. Jika kinerja perusahaan buruk, bisa jadi saham yang dibagikan tersebut tidak bernilai.

The New York Times melaporkan bahwa dua tahun lalu Chobani bernilai sekitar USD 3 miliar (Rp 39,5 triliun). Dengan nilai tersebut, karyawan rendahan saja bakal mendapat setidaknya USD 150 ribu (Rp 1,97 miliar).

Nah, bagi karyawan lama, mereka bisa kaya mendadak karena sangat berpeluang mendapat lebih dari USD 1 juta (Rp 13,2 miliar). Tentu saja nilai perusahaan tahun ini sudah berbeda dan mungkin lebih besar.

Pihak Chobani sendiri tidak mau mengungkapkan kemungkinan besaran nominal yang bakal didapat para karyawan jika saham mereka diuangkan. Yang jelas, pada pengumuman Selasa lalu tersebut, setiap karyawan telah diberi satu amplop putih. Di amplop tersebut dituliskan saham yang akan mereka terima.

Ulukaya mengungkapkan bahwa tujuan pembagian saham ke  karyawan itu adalah membagi kekayaan kepada para pekerja karena mereka turut andil dalam membangun perusahaan sejak awal.

Imigran asal Turki itu membangun Chobani pada 2007 dengan uang pinjaman dari Small Business Administration (SBA). Itu adalah lembaga milik pemerintah AS yang memberikan dukungan kepada bisnis dan pengusaha kecil.

Awalnya, Chobani hanya memiliki lima orang karyawan. Kini perusahaan tersebut memiliki lebih dari 2 ribu karyawan dan pendapatan per tahun lebih dari USD 1 miliar (Rp 13,2 triliun).

Ulukaya bertutur, dirinya tidak pernah berpikir sebelumnya bakal sesukses saat ini. Namun, seluruh kesuksesan itu juga dibangun bersama dengan para pekerjanya. Dia menegaskan bahwa saham yang bakal dibagikan itu bukan sebuah hadiah. Melainkan janji saling menguntungkan untuk bekerja bersama dengan saling membagi tujuan dan tanggung jawab.

Dengan adanya pembagian saham tersebut, para karyawan akan bekerja lebih keras membangun perusahaan sekaligus masa depan mereka di waktu yang bersamaan.

’’Saya ingin kalian menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan. Saya ingin kalian menjadi kekuatan pendorong dari pertumbuhan ini,’’ tulis Ulukaya dalam memonya kepada para karyawan.

Pembagian saham di sektor industri makanan sangat jarang terjadi. Biasanya bagi-bagi saham terjadi di industri teknologi. Ulukaya sendiri memang terkenal kerap memperjuangkan hak pekerja. Dia bahkan merupakan pendukung yang vokal terhadap kenaikan upah minimum pekerja. Dia juga mempekerjakan ratusan pengungsi di perusahaannya.

Tentu saja keputusan Ulukaya itu membuat para pekerjanya senang bukan kepalang. Pimpinan Manajer Proyek Rich Lake adalah salah seorang di antara mereka. Dia adalah satu di antara lima pegawai pertama di Chobani. Menurut dia, pembagian saham itu merupakan pengakuan atas apa yang dilakukan para pegawai di perusahaan.

’’Ini lebih baik jika dibandingkan dengan bonus ataupun kenaikan gaji. Ini adalah yang terbaik karena kita mendapat potongan dari sesuatu yang telah kita bantu untuk membangunnya,’’ ujar Lake. (The New York Times/CNN Money/The Washington Post/sha/c4/ami)

Respon Anda?

komentar