Dermaga Tanjungprei Sudah Lapuk, Warga Takut Melewatinya

357
Pesona Indonesia
 Dermaga Tanjungprei, Durai, yang sudah lapuk. foto:polister
Dermaga Tanjungprei, Durai, yang sudah lapuk. foto:polister

batampos.co.id – Warga Kecamatan Durai kembali mencurahkan keluhan kurangnya perhatian pemerintah dalam hal pembangunan infranstruktur untuk kepentingan hajat orang banyak. Kali ini dilontarkan warga Dusun Tanjungprei, Desa Sanglar, Durai. Keluhan itu berkaitan bangunan dermaga Tanjungprei yang kondisinya sudah rusak dan memprihatinkan.

“Dermaga dibangun sepanjang sekitar 50 meter dari pantai. Tapi untuk kelanjutan bangunan dermaga sampai ke tobe (air dalam), masih bersisa sekitar 70 meter, dan hanya menggunakan bahan kayu yang kini sudah termakan usia,” keluh Mai, warga Dusun Tanjungprei, Kamis (28/4).

Bangunan beton sepanjang 50 meter itu dikerjakan pada tahun 2008 atau 8 tahun lalu. Namun untuk melanjutkan bangunan dermaga bersisa 70 meter terbuat dari kayu itu hingga saat ini belum tersentuh. Padahal, Nurdin Basirun ketika menjabat Bupati Karimun sudah dua kali memantau kondisi bangunan dermaga Tanjungprei yang berpenduduk sekitar 65 kepala keluarga (KK) tersebut.

Akibat dermaga Tanjungprei terbuat dari bahan kayu, makanya mudah lapuk. Pernah, ada empat orang warga membawa mesin genset melewati dermaga, tak tahunya mereka terpijak papan lapuk hingga ke empatnya terjatuh ke laut bersamaan mesin genset.

“Benar itu tak bohong, boleh tanya warga Tanjungprei. Nasib baik waktu kejadian itu air pasang, jika air surut boleh jadi ke empat warga terjatuh ke laut jadi kecelakaan terantuk baru karang,” ungkap Mai diamini rekannya mengenang peristiwa itu.

Yang jelas, katanya, bangunan dermaga Tanjungprei itu hingga saat ini sudah kondisi memprihatinkan. Makanya, ketika air surut warga yang turun dan naik motor pompong terpaksa berjalan di atas batu karang menuju pantai karena dermaga bahan kayu itu rusaknya cukup parah sekali. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar