Indonesia, Malaysia, Filipina Bahas Penyanderaan Abu Sayyaf

294
Pesona Indonesia
Kelompok militanb Abu Sayyaf. Foto: istimewa
Kelompok militanb Abu Sayyaf. Foto: istimewa

batampos.co.id – Tekanan publik terkait aksi penyanderaan Abu Sayyaf di perairan Filipina Selatan memaksa Indonesia mengagendakan pertemuan trilateral dengan Malaysia dan Filipina.

Pertemuan yang bakal dihadiri Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Panglima Tentara masing-masing negara  itu diharapkan bisa menghadirkan solusi untuk mengatasi kelompok separatis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir mengatakan, pertemuan tersebut bakal berlangsung 5 Mei mendatang di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan ini, ketiga negara bakal membahas soal peningkatan keamanan wilayah perawisan Sulu dan Sulawesi.

’’Pertemuan Trilateral itu atas instuksi Presiden Joko Widodo. Untuk menanggapi terjadinya banyak perompakan dan penyanderaan seperti di wilayah tersebut. Dan saat ini semua menteri konfirmasi hadir,’’ ujarnya saat press briefing di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Dia menerangkan, pertemuan tersebut ditargetkan bisa menghasilkan nota kesepahaman antara ketiga angkatan bersenjata. Kesepakatan tersebut meliputi kerjasama keamanan maritim tiga negara.

’’Indonesia selalu melakukan inistatif di kawasan ASEAN. Seperti tahun lalu tentang isu imigran gelap, kami ingin menjaga keaman kawasan dan menjaga agar wilayah tetap kondusif,’’ ungkapnya.

Untuk para menteri luar negeri, pria yang akrab disapa Tata itu mengaku bahwa pihaknya juga bakal membahas stabilitas diplomasi dalam situasi saat ini. Salah satunya, upaya untuk memastikan bahwa kerjasam ekonomi tidak terganggu dengan aktifitas perompakan.

’’Perlu diingat bahwa perairan Sulu dan Sulawesi merupakan jalur transportasi perdagangan antara tiga negara. Apabila terjadi ancaman perompakan, hal tersebut jelas akan menggangu perekonomian,’’ tegasnya.

Terkait keselamatan 14 WNI yang saat ini ada di genggaman Abu Sayyaf, Tata mengaku masih terus mengecek keadaan mereka. Dari informasi terakhir, semua WNI masih selamat dan tidak masuk dalam wilayah kemah penyanderaan John Ridsdel yang saat ini dipenetrasi militer Filipina.

’’Kami terus mendapatkan informasi terbaru. Dan, mereka sekarang masih berpindah-pindah. Tapi, tidak ada dalam wilayah operasi militer. (bil/jpgrup)

Respon Anda?

komentar