Mahar Calon Ketua Umum Golkar Disepakati Rp 1 Miliar Plus

464
Pesona Indonesia
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Usulan adanya iuran wajib dari bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar akhirnya resmi disepakati.

Namun, besarnya tidak seperti opsi awal yang disodorkan steering committee (SC) musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Yaitu, Rp 5 miliar–Rp 10 miliar. Rapat pleno hanya menyepakati Rp 1 miliar.

Awalnya, Ketua SC Munaslub Golkar Nurdin Halid menjelaskan, biaya munaslub di Bali pada 23–26 Mei mendatang adalah Rp 66,9 miliar. Dia sekaligus merevisi informasi SC sebelumnya yang menyebut biaya munaslub mencapai Rp 85 miliar. SC kemudian menawarkan dua alternatif model pembebanan biaya bagi para bakal caketum.

”Alternatif I adalah biaya (ditanggung bakal caketum, Red) Rp 49,9 miliar dengan pembebanan Rp 5 miliar–Rp 12 miliar,” kata Nurdin dalam rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

”Alternatif kedua adalah tanpa (biaya) uang saku sehingga totalnya Rp 33,2 miliar. Pembebanan (untuk setiap bakal caketum, Red) Rp 3 miliar–Rp 8,5 miliar,” kata Nurdin.

Di luar biaya itu, setiap bakal calon wajib membayar uang pendaftaran Rp 1 miliar. Dana yang masuk akan dikelola SC untuk menanggung seluruh pembiayaan munaslub. ”Dalam hal alternatif yang dirancang tidak mendapat persetujuan pleno DPP, maka seluruh biaya munaslub ditanggung DPP,” ujarnya.

Usulan SC itu mendapat tanggapan dari dua peserta pleno. Salah satunya Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono. Meski iuran itu memiliki maksud baik, menurut dia, sebaiknya ada pertimbangan untuk bisa mengurangi beban para bakal calon.

”Pendaftaran Rp 1 miliar saya kira bisa dipahami. Namun, sebaiknya isu yang keluar adalah (biaya munaslub, Red) gotong royong. Uang saku dihilangkan saja,” kata Agung.

Sikap menolak datang dari Wasekjen DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia. Menurut dia, DPP Golkar bersama panitia sebaiknya bergotong royong untuk membiayai munaslub. Sebab, mentradisikan iuran wajib bagi bakal caketum akan berimplikasi negatif di kemudian hari.

”Nanti di daerah, yang mau maju sebagai calon juga ditarik dana. Lha di DPP begitu!” kata Doli, mengingatkan.

Menurut Doli, para kader muda Partai Golkar sudah menginisiatori untuk membuka donasi penyelenggaraan munaslub. Jumlah yang terkumpul saat ini memang baru sekitar Rp 300 juta. Namun, itu bisa bertambah jika ada keseriusan dari seluruh kader beringin untuk bergotong royong. ”Senior bisa ikut membantu,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang memimpin rapat akhirnya mengusulkan agar saat ini yang diatur cukup biaya pendaftaran calon sebesar Rp 1 miliar. Sisa pembiayaan bisa dilakukan dengan gotong royong.

”Nanti pembiayaan dilakukan bersama-sama, ketua umum juga ikut membantu,” kata Ical. Pleno pun menyetujui usul tersebut menjadi keputusan.

Seusai rapat, Sekretaris SC Agun Gunanjar Sudarsa menyatakan, saat tahap pendaftaran nanti dibuka, para bakal calon diminta berunding untuk mengatasi beban biaya penyelenggaraan munaslub. ”Makanya, setelah Rp 1 miliar, (masih) ada iuran,” kata Agun.

Rencananya Senin (2/5) para bakal calon diundang panitia munaslub untuk mengikuti pendaftaran. Termasuk sosialisasi skenario penyelenggaraan munaslub. Masalah pembebanan biaya itu akan diutarakan kepada mereka. Selanjutnya, pada 3-4 Mei para bakal calon yang sudah mendaftar diverifikasi. Berikutnya, 5 Mei diumumkan bakal calon sah.

Ketua Panitia Penyelenggara Munaslub Theo L. Sambuaga menyatakan, hasil pleno kemarin sekaligus menepis anggapan bahwa munaslub tidak perlu dilaksanakan pasca keluarnya SK Menkum HAM yang mengesahkan kepengurusan terbaru. Struktur itu sudah mengakomodasi pengurus DPP Golkar hasil munas Ancol pimpinan Agung Laksono dalam formasi kepengurusan kubu Bali yang dinakhodai Aburizal Bakrie.

Menurut Theo, pleno tersebut juga menjamin bahwa agenda munaslub nanti menggelar pemilihan ketua umum baru.

”Kami sudah siapkan arena, silakan berkompetisi secara sehat,” tegasnya. ”Jangan ada lagi keraguan. Munaslub pasti akan memilih Ketum dan pengurus yang baru,” tandas Theo. (bay/c10/pri/jpgrup)

Respon Anda?

komentar