Pemilihan Rektor UMRAH Diselenggarakan 9 Mei

422
Pesona Indonesia
Firdaus saat menyampaikan visi misi
Firdaus saat menyampaikan visi misi.

batampos.co.id – Wakil Rektor I Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Prof Firdaus LN melengkapi daftar nama calon rektor dalam berkas yang bakal dikirimkan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Kepastian ini diperoleh melalui sidang dewan senat, Rabu (27/4).

“Sudah tiga nama calon rektor yang disahkan. Pertama, Prof Syafsir Akhlus, Doktor Abdul Malik, dan Prof Firdaus LN,” terang Ketua Panitia Pemilihan, Winata Wira.

Pada sidang senat yang berlangsung sekitar dua jam tersebut dilangsungkan agenda penjaringan bakal calon Rektor UMRAH. Ada empat nama bakal calon di tahapan ini. Selain tiga yang sudah terpilih, sebenarnya ada nama Doktor Bustami, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikan yang ikut menyemarakkan kontestasi bakal calon rektor UMRAH.

Hanya saja, pada tahapan penjaringan, Bustami dinyatakan gugur setelah meraih suara terkecil dari dewan senat. Dari total 19 suara Dewan Senat UMRAH, Bustami hanya beroleh dua suara. “Sementara Pak Akhlus dan Pak Malik mendapat enam suara. Sedangkan Pak Firdaus mendapatkan empat suara. Dan ada satu anggota senat yang tidak menyalurkan suaranya karena berhalangan hadir,” ungkap Wira.

Kemunculan nama Prof Firdaus sebagai calon rektor sekaligus menggenapi permintaan Kemenristek Dikti yang sebelumnya menolak berkas pelaksanaan pemilihan Rektor UMRAH Tanjungpinang karena hanya melampirkan dua nama. Yakni Prof Syafsir dan Doktor Abdul Malik. Apa yang dimaui Kemenristek Dikti, terang Wira, selaras dengan Permenristek Dikti Nomor 1 Tahun 2015 maupun Statuta UMRAH yang berbunyi bahwasanya pemilihan rektor paling sedikit melibatkan tiga nama calon.

“Hasil sidang dewan senat yang menyepakati tiga nama calon rektor ini langsung kami kirim ke Kemenristek Dikti,” kata Wira.

Bila tidak ada halangan, pelaksanaan pemilihan rektor secara perdana bagi civitas akademika UMRAH Tanjungpinang ini bakal dihelat 9 Mei mendatang. Sebagaimana mekanisme yang sudah diatur, sebanyak 65 persen hak suara ada di anggota senat. “Sedangkan 35 persen sisanya berada di ranah Kemenristek Dikti. Semoga visi-misi yang sudah dipaparkan masing-masing calon menjadi pertimbangan untuk memilih rektor yang bakal mengabdi selama empat tahun ke depan,” pungkas Wira. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar