Rumah Sakit MSF Dirudal, 27 Tewas

386
Pesona Indonesia
Seorang anak di Suriah menangis di samping tubuh kerabatnya yang tewas dalam serangan udara di lingkungan yang dikuasai milisi al-Soukour di utara Kota Aleppo, Rabu (27/4/2016). Foto: KARAM AL-MASRIKARAM AL-MASRI/ AFP/Getty Images
Seorang anak di Suriah menangis di samping tubuh kerabatnya yang tewas dalam serangan udara di lingkungan yang dikuasai milisi al-Soukour di utara Kota Aleppo, Rabu (27/4/2016). Foto: KARAM AL-MASRIKARAM AL-MASRI/ AFP/Getty Images

batampos.co.id – Sedikitnya 27 nyawa melayang dalam serangan di rumah sakit darurat Al Quds, Syria, Rabu waktu setempat (27/4/2016).

Jjet tempur yang menjatuhkan rudalnya ke arah rumah sakit tersebut tidak terdeteksi. Pemerintah Syria dan pasukan koalisi pun kini sibuk melacak pesawat itu.

Tiga bocah dan tiga dokter ikut menjadi korban dalam serangan di Kota Aleppo, Provinsi Aleppo, tersebut.

”Itu rumah sakit milik Médecins Sans Frontières atau organisasi Dokter tanpa Batas,” terang Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Dari markas besarnya di Kota Jenewa, Swiss, MSF mengutuk kekejian tersebut. Apalagi, hukum internasional sudah jelas-jelas mengharamkan aksi militer ke rumah sakit.

Sejak Februari, frekuensi serangan udara ke Aleppo meningkat. Bersamaan dengan itu, Presiden Bashar al-Assad memutus akses ke jalanan utama di kota tersebut. Sebab, jalanan utama di sana terhubung dengan perbatasan Turki.

Rezim Assad yakin kelompok-kelompok antipemerintah mendapatkan pasokan senjata dan kiriman bantuan dari Turki. Maka, Damaskus sengaja memutus jalur itu.

Kebijakan tersebut otomatis membuat Aleppo terkucil. Kiriman bantuan pangan dan obat-obatan ke kota yang kini berubah menjadi palagan itu jarang sampai ke sasaran. Maka, kehadiran rumah sakit darurat di kota tersebut sangat penting. Bagi warga sipil, rumah sakit darurat itu bagai rumah suaka. Sebab, mereka bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Menurut SOHR, dalam waktu enam hari terakhir, serangan udara oleh pasukan pemerintah di Aleppo telah menewaskan 84 warga sipil. Sementara itu, aksi yang dilancarkan pihak oposisi alias pemberontak membuat 49 nyawa warga sipil melayang.

Sampai saat ini, pasukan Rusia dan pasukan pemerintah masih mendominasi serangan udara di Aleppo. Karena itu, SOHR menduga jet tempur yang menyasar Al Quds tersebut merupakan milik Rusia atau Syria. (Reuters/CNN/BBC/hep/c20/ami/jpgrup)

Respon Anda?

komentar