Siap-Siap, Ruli di Lahan Investor Segera Digusur

1957
Pesona Indonesia
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id

batampos.co.id -Keluhan pengusaha soal lahan mereka banyak ditempati perumahan liar (ruli) sehingga sulit untuk membangun, mulai direspon oleh pejabat baru Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Setelah audit lahan selesai, ruli yang menempati lahan invesor akan segera digusur.

“Apindo dan Kadin sudah mengadukan ini sama saya. Ini memang harus diperhatikan. Seperti yang saya katakan penegakan hukum akan dilakukan,” kata Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro.

Hatanto mengatakan saat ini ada beberapa titik kios liar yang memang mengganggu, bahkan ketertiban umum. Misalnya ruli yang masih banyak menyebar di sekitar bandara Hang Nadim. Termasuk ruli yang ada di kawasan hutan lindung dan yang ada di sekitar kawasan industri.

“Selama ini memang seolah-olah ada pembiaran. Tetapi tegas kita sampaikan akan dilakukan penegakan hukum.Yang di bandara itu sudah sangat mengganggu,” katanya.

Tetapi ia meminta agar semua penegak hukum untuk bisa bersatu. “Kita harus konsisten dan jangan setengah hati. Tetapi ingat penertiban ini harus ada jalan keluarnya,” katanya.

Dalam penertiban ini nantinya, spesifikasi satu ruli dengan ruli yang lain harus dibedakan. Demikian halnya dengan bangunan dan letaknya juga harus dibedakan.

“Jadi tidak semua sama. Harus dibedakan satu dengan yang lain,” katanya.

Jannes Sibuea, wakil ketua Kadin Batam bidang Industri mengakui bahwa keberadaan ruli di sekitar kawasan industri ini memang sangat mengganggu. Menurutnya, calon investor dari luar sudah ada yang membatalkan investasinya karena melihat banyak ruli di kawasan industri.

“Ketika jalan-jalan ke kawasan industri di Sekupang, di sana sudah banyak rumah liar. Itu sangat mengganggu, selama ini terkesan ada pembiaran,” katanya.

Selain itu, banyak juga ruli itu yang tidak tertata dengan baik. Ketika pemilik lahan hendak menggunakan lahan, maka akan ada perlawanan.

“Artinya investor atau pengusaha akan mengeluarkan cost yang lebih mahal lagi,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar