1.224 Koperasi di Kepri Mati Suri, hanya 228 yang Menggelar RAT

538
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri, Amhar Ismail mengatakan dari 2.532 Koperasi yang ada di Provinsi Kepri, hanya 1.308 koperasi atau sekitar 55 persen yang aktif. Padahal koperasi diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Dari jumlah yang aktif, hanya 228 koperasi atau sekitar 17,2 persen di Provinsi Kepri yang selalu menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT),” ujar Amhar Ismail menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (29/4).

Disinggung apa penyebab lemahnya perkembangan koperasi di Provinsi Kepri, Amhar mengatakan pihaknya masih melakukan telaah dilapangan disetiap daerah. Masih kata Amhar, pihaknya sangat mengharapkan peran dari Dewan Koperasi Wilayah (Dekopenwil) Provinsi Kepri untuk melakukan pendataan.

“Sehingga mana koperasi yang sudah tidak aktif lagi, sebaiknya dibubarkan saja. Karena sudah tidak efektif lagi tentunya,” jelas Amhar.

Lebih lanjut katanya, kepada koperasi yang masih aktif, tetap belum melakukan RAT, diharapkan untuk segera melaksanakan kewajiban tersebut. Karena melalui rapat tersebut bisa mengukur tingkat kemampuan koperasi. Apakah masuk kategori kapabel atau masih proses berkembang.

“Bagi koperasi yang masih aktif dan sudah menggelar RAT, dapat terakses di Kementerian Koperasi dan UKM. Selain itu juga akan mendapatkan Nomor Induk Koperasi (NIK). Hal ini akan memudahkan untuk mendapatkan kucuran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank yang sudah ditentukan,” ungkap Amhar.

Ditambahkannya, sesuai dengan nawacita Presiden Jokowi, Koperasi dan UKM diharapkan perannya untuk meningkatkan produktivitas masyaralat. Selain itu adalah meningkatkan daya saing di pasar global. Meskipun ditengah keterbatasan kemampuan anggaran, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik.

“Kami terus merancang inovasi-inovasi untuk menumbuh kembangkan Koperasi UKM yang ada di Provinsi Kepri. Pemprov Kepri juga tengah merancang pembangunan UKM Centre Provinsi Kepri di Kota Batam,” tutup Mantan Kadispenda Provinsi Kepri tersebut. (jpg)

Respon Anda?

komentar