Alat Rusak Sejak tahun 2009, Uji Kir Kendaraan Dilakukan Manual

446
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Syahrial meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang segera menganggarkan kembali untuk pembelian alat uji kir. Sebab, sejak tahun 2009 lalu, alat uji kir milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang rusak. Akibatnya, uji kir kendaraan dilakukan secara manual.

“Kami meminta Pemko mengusulkan kembali pembelian alat itu. Karena saat ini mulai terlihat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan rem blong,” ujar Syahrial, Jumat (29/4).

Uji kir secara manual dikatakan Syahrial sangat tidak efektif. Kendati itu dilakukan oleh petugas yang ahli.

Dia tidak ingin, uji kir kendaraan angkutan umum dianggap formalitas belaka. “Jangan asal-asalan hanya untuk PAD saja,” ujarnya.

Uji kir, kata dia, harus dilakukan sesuai prosedur untuk menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah membenarkan bahwa sudah sejak lama alat uji kir di Dishub Kota Tanjungpinang mengalami kerusakan.
Dia juga mengatakan telah berulang kali mengajukan pengadaannya ke Pemrov Kepri.”Dua kali kami ajukan tahun 2015. Tapi karena pelelangannya yang tidak sempat, jadi ditunda kembali,” kata Lis.

Jika tidak kunjung memperoleh restu Pemrov Kepri, maka tahun 2017 mendatang Pemko Tanjungpinang akan menganggarkan dalam APBD Kota Tanjungpinang.

“Dengan mesin pekerjaan akan maksimal dibandingkan manual. Hasilnya juga bisa menambahkan PAD,” tuturnya. (Lra)

Respon Anda?

komentar