Fotografer pun Harus Sertifikasi supaya Bisa Bersaing Hadapi MEA

Sejumlah fotografer mengikuti pre test uji kompetensi di Kanto Advokat Agung Wira Dharma jalan Adi Sucipto Tanjungpinang, Kamis (28/4). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah fotografer mengikuti pre test uji kompetensi di Kanto Advokat Agung Wira Dharma jalan Adi Sucipto Tanjungpinang, Kamis (28/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 20 fotografer Kepulauan Riau mengikuti pre test uji kompetensi yang diselenggarakan pengurus daerah (Pengda) Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Kepulauan Riau di Kantor Advokat Agung Wira Dharma jalan Adi Sucipto Tanjungpinang, Kamis (28/4) malam.

Nantinya hasil pre test uji kompetensi ini akan diserahkan kepada APFI pusat yang kemudian akan dinilai oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (Leskofi).

Selanjutnya, bagi fotografer yang lulus pre test, akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Surabaya tanggal 10 – 11 Mei 2016 mendatang.

APFI pusat telah melakukan pendataan ke berbagai daerah dan hasilnya, fotografer di Kepri belum ada yang memiliki sertifikasi, maka dari itu akan ada penambahan 100 sertikat yang akan dikeluarkan Leskofi.

“Pre test ini untuk menyeleksi fotografer dari Kepri yang akan mengikuti uji kompetensi di Surabaya,” jelas Ketua APFI Kepri, Andri Mediansyah.

Andri berharap dengan adanya pre test ini, nantinya fotografer di Kepri siap mengikuti uji kompetensi. Fotografer yang lulus akan menerima sertikasi dan siap menghadapai pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Untuk siap menghadapi MEA, SDM fotografi harus memiliki standar yang jelas mengenai kualifikasi kemampuan mereka,” kata Andri.

Andri juga menambahkan dengan adanya sertifikasi ini fotografer Indonesia dapat bersaing dengan fotografer dari luar Indonesia yakni dari negara ASEAN.

“Dengan sertifikasi internasional, fotografer Indonesia akan bersaing dengan fotografer luar Indonesia,” ujarnya. (odi/bpos)

Respon Anda?

komentar