Danlantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan memperlihatkan kapal yang berisi minuman bir di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (20/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Danlantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan memperlihatkan kapal yang berisi minuman bir di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (20/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan mengatakan pihaknya akan menyurati Dirjen Bea dan Cukai Pusat melalui Kasal dan Panglima TNI. Hal tersebut lantaran keengganan aparat Bea dan Cukai Kanwil Tanjung Balai Karimun memproses kapal KM Kharisma Indah dan KM Kawal Bahari, atas dugaan pelanggaran kepabeanaan atas penyelundupan barang.

”Kalau mereka tidak mau memproses kasus kepabeanannya itu urusan masing-masing institusi. Kami TNI AL hanya meneruskan proses hukum sesuai dengan kewenangan kami masing-masing,” ujar Irawan.

Dikatakan Irawan, mengenai proses hukum pelayaran sesuai dengan kewenangan, penyidik TNI-AL sudah melakukan penyidikan, dan telah melimpahkan BAP-nya ke Kejaksaan Tinggi Kepri, guna dilakukan Penuntutan.

“Terkait kasus Pelayaran dan Perikanan, atas sejumlah penangkapan yang kami lakukan, Penyidik kami sudah menyerahkan SPDP dan BAP Penyidikan atas pelanggaran yang dilakukan ke Kejaksaan, termasuk penangkapan kapal yang kami lakukan di Tanjung Balai Karimun,” kata Irawan.

Terkait alasan penyidik Kanwil BC Karimun yang tidak mengetahui dan mengenal pemilik Kapal, Danlantamal menegaskan berdasarkan pengakuan nahkoda dan ABK jelas disitu diketahui pemiliknya dalam BAP.

”Pemilik barang ada dan sudah diketahui, jelas semua pada Berita acara Penyerahaan, barang-barang kemarin,” sebutnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar