Kepri Bakal Kekurangan Tenaga Pendidik, Disdik Angkat GTT

1232
Pesona Indonesia
Seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok
Seorang guru sedang mengajar murid SD. foto:dok

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Yatim Mustafa mengakui Kepri kekurangan tenaga pendidik. Akibatnya penyebaran tenaga pendidik di kabupaten/kota tidak merata, terutama di wilayah hinterland.

”Hampir meratalah. Artinya, di setiap kabupaten/kota tidak meratanya tenaga pengajar dan akan terjadi pada puncaknya ditahun 2018 nanti,” jelasnya.

Kenapa demikian? Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2018 mendatang, anyak para tenaga pengajar atau guru memasuki masa pensiun. Untuk itu pada tahun 2016 ini, pihaknya akan mengangkat guru tidak tetap (GTT) di berbagai kabupaten/kota. Selain itu ada 100 mahasiswa asal Provinsi Kepri yang dikuliahkan oleh Pemeritnah Daerah (Pemda) ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diharapkan, setelah selesai kuliah mereka dapat mengabdi di kampung halaman serta bisa menularkan ilmunya di sekolah-sekolah nanti.

”Itulah salah satu solusinya. Sebab, akhir tahun 2016 ini mereka sudah menamatkan kuliahnya,” ucapnya.

Sebanyak 100 mahasiswa yang akan menamatkan kuliahnya, terdiri dari berbagai macam jurusan. Seperti, pertanian, termasuk kelistrikan untuk ditempatkan di SMK dan jurusan tersebut dikuliahkan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebanyak 10 orang, jurusan perhotelan, elektronika, akuntansi dan perbankan pembukuan dikuliahkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Selanjutnya, geografi dan olahraga di salah satu Universitas di Padang, Sumatera Barat. Di tambah, matematika, fisika, kimia dan bahasa Inggris di Universitas Negeri Riau (UNRI). Tidak hanya itu, untuk tenaga pendidik siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) juga tengah disiapkan dan mereka dikuliahkan di IKIP Malang sebanyak 10 orang.

“Adik-adik kita yang usai menamatkan kuliah. Kita beri kesempatan untuk mengajar sesuai bidang studinya,” ungkap. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar