Nurdin: Kepri Darurat Narkoba

456
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com
Plt Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

batampos.co.id – Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan Provinsi Kepri saat ini sedang dalam kondisi darurat narkoba. Atas dasar itu, Nurdin mengajak seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Kepri untuk memerangi narkoba. Sehingga generasi penerus punya masa depan cerah.

“Kepri harus zero narkoba kedepannya. Untuk itu seluruh stake holder agar bersama-sama meneruskan perintah dari pusat ini dalam hal memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya di Kepulauan Riau,” ujar Nurdin Basirun menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang belum lama ini.

Menurut mantan Bupati Karimun tersebut, saat ini Kepri memang sedang dalam kondisi darurat narkoba. Dan bahkan narkoba sudah menjalar ke berbagai profesi. Masih kata Nurdin, narkoba menjadi musuh yang harus dibasmi. Hal ini perlu dilakukan, untuk menjaga masa depan generasi penerus di Provinsi Kepri terjerumus pada jalan yang salah.

“Dalam momentum Peringatan Otonomi Daerah ini kita akan melaksanakan perintah dari pusat untuk membersihkan Narkoba, khusunya didaerah. Kita harus menunjukkan bahwa Kepulauan Riau Zero Narkoba. Bersama-sama kita harus berantas Narkoba,” tegas Nurdin.

Adapun tema peringatan hari Otonomi daerah Tahun ini diseragamkan dari pusat hingga daerah yakni ‘memantapkan Otonomi daerah dalam menghadapi tantangan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sesuai dengan tema tersebut, Nurdin mengajak aparatur di daerah mampu menghadapi tantangan tersebut.

“Bagaimana kita ingin mencapai tingkat kesejahteraan jika kita hanya menjadi penonton dalam fenomena MEA tersebut. Oleh karena itu kita harus bisa menghadapai nya bersama demi kesejahteraan khususnya didaerah kita,” tutup Nurdin.

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Interlejen Daerah (Binda) Provinsi Kepri tahun lalu berada diurutan ke dua se Indonesia untuk tingkat peredaran narkoba. Namun ironisnya, kasus-kasus penangkapan narkoba justeru sedikit. Hal ini menunjukan ada kesan pembiaran oleh penegak hukum.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar