Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Bawah Umur dan Percobaan Pemerkosaan

1549
Pesona Indonesia
Polsek Tanjungpinang mengekspos penangkapan tiga pelaku kasus berbeda, Jumat (28/4). foto:osias de/batampos
Polsek Tanjungpinang mengekspos penangkapan tiga pelaku kasus berbeda, Jumat (28/4). foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Tanjungpinang Kota berhasil mengungkap tiga kasus berbeda yang terjadi diwilayah hukum selama bulan April dengan mengamankan tiga orang sebagai pelakunya.

Ketiga kasus yang berhasil diungkap yakni, kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur (pencabulan) dengan tersangka berinisial IA (22), tindak pidana percobaan pemerkosaan dengan tersangka RJ (39), dan kasus tindak pidana penipuan dengan tersangkanya seorang wanita berinisial PV (19).

Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Jupen Simanjuntak mengatakan pengungkapan terhadap tiga kasus berbeda itu dilakukan pihaknya setelah menerima laporan dari masing-masing korban, yang kemudian ditindak lanjuti. Pengungkapan pertama yang dilakukan yakni kasus pencabulan terhadap Bunga (16), yang dilakukan oleh IA.

”Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari orang tua korban yang curiga dengan perilaku anaknya. Setelah dilakukan interogasi korban pun mengakui bahwa dirinya sudah disetubuhi pelaku. Kami pun langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di kostnya yang berada di Potong Lembu. Dari keterangan pelaku perbuatan cabul itu dilakukannya di salah satu wisma yang terletak di Pelantar II,” ujar Jupen, saat ekspose kasus tersebut di kantornya, Jumat (29/4).

Kasus kedua yang berhasil diungkap, kata Jupen, yakni kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi pada (21/4), di kost-kostan yang ditempati korban yang merupakan mahasiswi salah satu kampus di Tanjungpinang, yang terletak di Jalan Thabib. Perbuatan tersebut dilakukan tersangka RJ yang masuk ke dalam kamar kost pelapor kemudian meraba-raba dan menarik celana dalam pelapor.

”Penangkapan kami lakukan setelah menerima laporan yang mana kami mendatangi TKP. Berdasarkan hasil keterangan saksi dan korban, kami mengamankan tersangka di Vihara Darma Sakti. Hasil pemeriksaan tersangka pun mengakui perbuatannya tersebut,” kata Jupen.

Selanjutnya kasus ketiga yang berhasil diungkap, sebut Jupen, yakni kasus penipuan yang dilakukan seorang wanita muda yaitu PV (19), yang berpura-pura ingin membeli handpone korban atas nama Toni via media sosial (medsos). Setelah bertemu dengan korban kemudian tersangka langsung kabur membawa ponsel milik korban.

”Kejadiannya ini (8/3) lalu. Yang mana antara korban dan pelaku janjian bertemu di depan Mesjid Al Hikmah. Penangkapan kami lakukan setelah menerima laporan dari korban yang kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan, akhirnya pelaku berhasil kami tangkap di di depan Cafe The Pohon, Jalan Wiratno. Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan tersangka pun mengakui perbuatannya,”sebut Jupen.

Dari tangan ketiga tersangka dari tiga kasus berbeda tersebut, jelas Jupen, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (bb) diantaranya, satu celana jeans, satu baju motif rusa warna hitam, satu jilbab warna hitam, satu Bra warna biru, satu celana dalam warna pink dari kasus pencabulan.

”Sedangkan dari kasus percobaan pemerkosaan kami amankan barang bukti berupa, satu baju daster warna pink, satu selimut hawai warna Ungu bermotif Hello Kitty, satu lembar celana dalam warna merah. Untuk kasus penipuan BB yang kami amankan yakni satu Handpone merk Iphone 5S warna hitam dan satu Handpone merk Oppo New 5 warna Putih,” ucap Jupen.

Selain mengamankan pelaku dan barang bukti, terang Jupen, pihaknya juga telah memintai keterangan sejumlah saksi dan korban dari tiga kasus berbeda. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga tersangka pun kini mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungpinang Kota.

”Untuk pelaku pencabulan kami jerat dengan pasal 81 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan pelaku percobaan pemerkosaan kami jerat dengan pasal 285 KUHP junto pasal 53 KUHP dan pasal 289 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. Sedangkan untuk pelaku Penipuan kami jerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukum 4 tahun penjara,” pungkas Jupen.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar