TNI AD Cetak 350 Hektare Sawah di Lingga

965
Pesona Indonesia
Kades Panggak Darat, Zulmafrija, menemani Brigjen Madauni meninjau lokasi percetakan sawah. foto:hasbi/batampos
Kades Panggak Darat, Zulmafrija, menemani Brigjen Madsuni meninjau lokasi percetakan sawah. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Sejalan dengan kegiatan Korem 033 WP yaitu penutupan kegiatan Ekspedisi Gurindam Sakti yang akan berlangsung di Pulau Berhala, Komandan Resort Militer 033 WP, Brigjen Madsuni menyempatkan datang ke pulau Lingga. Tujuannya, memantau langsung lahan di Desa Panggak Darat. Hadir juga, Dandim 0315/Bintan Letkol Inf C Sagala SH bersama salah seorang investor yang akan berinvestasi perkebunan ubi di Lingga.

Warga Desa Panggak Darat, antusias dengan kunjungan, Brigjen Madsuni bersama Bupati Lingga Alias Wello, saat meninjau lahan untuk percetakan sawah. Program ketahanan pangan Kepri, melalui TNI AD yang bersumber dari APBN ini akan mencetak 350 hektare sawah.

Untuk proses percetakan sawah, kata Brigjen Madsuni, saat ini masih dalam tahap administrasi proses SID (Survey Investigation Design) untuk penandatanganan MoU kedua pihak. Sistemnya, akan bekejasama dengan kelompok petani yakni masyarakat Desa Panggak Darat.

“Khusus Kepri, ada dua lokasi yakni di Natuna dan Lingga. Untuk awal, kita akan buka 100 hektare dulu, bertahap hingga jadi 350 hektare sampai selesai. Di Lingga, sangat potensial,” ungkap Madsuni, Kamis (28/4) kemarin.

Setelah seluruh administrasi selesai, dalam waktu dekat proses percetakan sawah di Desa Panggak Darat akan segera dikerjakan. “Tidak lama lagilah, nanti masyarakat yang bekerja dan membuat kelompok-kelompok tani,” sambungnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Alias Wello, semakin bersemaangat dengan program Hijau Lingga Menanam. Isu strategis ketahanan pangan, Lingga dan Kepri telah mendapat suport dari semua pihak. Dalam waktu 2 tahun kedepan, kata Awe, target 3.000 hektare lahan sawah, akan segera terwujud dan Lingga siap menjadi lumbung beras Kepri.

Setelah meninjau, lahan di Panggak Darat, Danrem juga meninjau Desa Bukit Harapan, lokasi pertanian ubi. Selanjutnya, rombongan bertolak ke Dabo kemudian bertolak ke Pulau Berhala, Jumat (29/4) pagi.

Zulmafrija, Kades Panggak Darat yang juga di lokasi menambahkan, 180 KK Desa Panggak Darat mendukung penuh program ini. Dengan dibukanya sawah, akan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya yang selama ini sebagian besar bekerja srabutan.

“Kita sangat mendukung. Warga begitu antusias. Sejak pagi, kita sama-sama bergotong royong membersihkan jalan ke lokasi yang kita sediakan. Mudah-mudahan, cepat terealisasi,” terangnya.(mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar