Walikota Jamin Batam Aman untuk Investasi Asing

1141
Pesona Indonesia

Dubes-Kanada-2--Istbatampos.co.id – Pada Selasa (19/4) lalu Wali Kota Batam menerima kunjungan Dubes Australia untuk Indonesia, H.E.Paul Grigson. Dua hari berikutnya, Kamis (21/4) menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Amerika, Phill Nervig. Kemarin (29/4) giliran Dubes Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Donald Bobiash yang menemui Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Batamc Center.

Kedatangannya Donald Bobiash untuk mengetahui seputar perkembangan investasi di Kota Batam.

”Kami ingin mengetahui dan minta penjelasan mengenai situasi ekonomi di kawasan industri Kota Batam,” kata Donald.

Donald menuturkan, Kanada sudah lama bermitra dengan Indonesia. Dan negara dengan luas terbesar kedua di dunia ini, telah banyak mengekspor produk andalannya, seperti gandum, handphone BlackBerry, dan lainnya ke tanah air.

”Saat ini Kanada juga tertarik untuk menjajaki investasi di bidang minyak dan gas bumi serta pertambangan,” jelasnya.

Pada pertemuan tertutup tersebut, Donald banyak berdialog tentang beberapa hal dengan Wali Kota. Mulai dari berapa banyak jumlah tenaga kerja asing di Batam, kemudian mengenai kesiapan Batam menghadapi masuknya para pekerja asing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta bagaimana perlakuan Kota Batam terhadap pekerja asing.

”Sebab, beberapa waktu lalu, ratusan tenaga ahli sebuah perusahaan dari Kanada tidak bisa bekerja di Jakarta akibat izin yang tidak kunjung keluar,” paparnya. Menurut mantan Dubes Kanada untuk Asean, Jepang, dan Pakistan ini, Batam harus siap menghadapi hal ini untuk bisa menarik investasi.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Rudi juga tampak antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan Donald Bobiash.

”Ada sekitar 5-7 ribu pekerja asing yang bekerja di Batam. Sebagian besar berasal dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Sedangkan jumlah pekerja asal Kanada di Batam tercatat empat orang saja,” jelasnya.

Mengenai konteks seputar kesiapan Batam menghadapi serbuan pekerja asing, Rudi mengatakan tidak akan terlalu berpengaruh.

”Pada dasarnya sejak awal pembangunan Batam, sudah banyak pekerja asing yang masuk,” ujarnya.

Sedangkan masalah perlakuan Batam terhadap tenaga asing, kata Rudi, serupa dengan Jakarta. Dia katakan, investor bisa langsung menghubungi Wali Kota.

”Pemerintah daerah akan coba menjembatani masalah tersebut. Karena sesuai aturan, ada sembilan jenis keahlian yang pekerjannya boleh masuk,” ungkapnya.

Di pertemuan itu, Rudi juga menjelaskan Batam tengah berbenah diri memasuki era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pembenahan sangat perlu dilakukan karena status Free Trade Zone (FTZ) yang ada saat ini dinilai kurang mendukung perkembangan Batam.

”Akan dibuat Kawasan Ekonomi Khusus. Investor akan diberi kemudahan, seperti pajak dan lainnya. Pembahasan sudah dimulai Maret, diperkirakan September selesai seluruh aturan,” sebut Rudi.

Aturan baru ini, sambungnya, tidak akan mengubah apa yang sudah ada. Namun justru menambah kemudahan-kemudahan bagi investor. Sehingga tidak ada yang perlu calon investor khawatirkan untuk menanamkan modalnya di Batam.

”Saya baru sebulan setengah jadi Wali Kota bersama Wakil saya Pak Amsakar Achmad. Kita mau pemerintahan yang bersih dan bagus di Kota Bata ini. Kami pemerintah siap mendukung apapun. Tak usah khawatir, kalau Kanada investasi di sini, kami akan jaga,” janji Rudi. (rfk)

Respon Anda?

komentar