Wisata Kepri Tumpuan Nasional

891
Pesona Indonesia
Wisatawan nusantara saat berkunjung ke PulauBerhala, Lingga, Kepri. Sumber Foto: melalakterus.blogspot.com
Wisatawan nusantara saat berkunjung ke PulauBerhala, Lingga, Kepri. Sumber Foto: melalakterus.blogspot.com

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke dalam negeri mencapai 20 juta jiwa pada 2019. Kepri merupakan salah satu andalan pusat untuk merealisasikan target tersebut.

Melalui program Great Kepri, pemerintah berharap Kepri mampu menyumbang kunjungan wisman yang cukup signifikan. Apalagi, sejauh ini Kepri merupakan pintu masuknya wisman terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, selain Kepri, ada sembilan daerah lain yang menjadi andalan pusat dalam menarik kunjungan wisman. Yakni Medan, Great Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), Banyuwangi, Great Bali, Lombok, Makassar, dan Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat.

Arief mengatakan, pihaknya akan terus melakukan promosi dengan sistem manajemen dan marketing yang terintegrasi. “Namun tetap mengacu pada mengimplementasikan strategi, pemasaran berupa destination, origin, dan time,” kata Arief dalam sambutannya saat Rakornas Kepariwisataan II, di Jakarta, Kamis (28/4) lalu.

“Kemudian promosi seperti branding, advertising, dan selling, serta media seperti paid, owned media, social media, dan endorser,” imbuh Arief.

Selain itu, Arief juga menjelaskan kembali kebijakan percepatan pembangunan sepuluh destinasi prioritas yaitu, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, agar pemerintah daerah secara serius dan konkrit mendukung dan melaksanakan upaya percepatan pembangunan sepuluh destinasi pariwisata prioritas tersebut,” kata Arief.

Menurut Arief, satu kunci keberhasilan dari upaya percepatan pembentukan manajemen yang terintegrasi atau single destination adalah single management.

Perwujudan dari manajemen terpadu itu, lanjut Arief adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Badan Otoritas pada empat KEK yang ditetapkan pemerintah yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, dan Tanjung Kelayang dengan Peraturan Pemerintah (PP), sedangkan untuk Badan Otorita akan dibentuk melalui payung hukum berupa Peraturan Presiden.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenpar dengan beberapa stakeholders, antara lain BMKG, Singapore Airlines, Garuda Indonesia, Kementerian PUPR, Bank Tabungan Negara (BTN), Akademi Bahasa Asing Bina Sarana Informatika, Politeknik Kota Malang, Politeknik Aceh, President University, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia dan Universitas Papua.

Kepala Dinas Parawisata Provinsi Kepri Guntur Sakti mengatakan pemerintah pusat melalui Kemenpar memberikan dukungan penuh kepada Kepri dalam menggaet wisman. namun dukungannya bukanlah dalam bentuk uang, melainkan promosi dan pencitraan pariwisata Kepri

“Ada tiga bantuan besar Kemenpar. Yakni branding, advertising dan selling,” ujarnya saat dihubungi Batam Pos, tadi malam (29/4).

Dukungan yang diberikan pemerintahan pusat ini kata Guntur sangat intens. Sebab Kepri merupakan termasuk penyumbang wisman terbesar di Indonesia. “Tahun ini Kepri ditargetkan menyumbang wisman sebanyak 2,6 juta orang,” ucapnya.

Dijelaskan oleh Guntur, sokongan branding yang dilakukan oleh pemerintah pusat yakni dengan gencarnya mengiklankan parawisata Kepri baik melalui media dalam negeri maupun luar negeri. Sementara itu dalam segi selling, pemerintah pusat menggelar iven-iven skala internasional di Kepri.

“Selain menggelar event, Kemenpar juga mendukung agenda wisata yang kita sudah rancang di Kepri sebelumnya,” ujar Guntur.

Agenda wisata yang didukung penuh Kemenpar antara lain Triatlon di Bintan dan Golf Challange yang digelar baru-baru ini di Batam.

“Ke depan kami sedang rancang event skala internasional yang baru. Namanya Spartan. Ini ajang berkumpulnya atlet maraton sedunia. Lalu festival bahari Kepri,” ucapnya.

“Tak lupa juga iven yang digagas oleh Batam Pos, Festival Sungai Carang. Termasuk salah satu iven yang didukung pemerintah pusat,” lanjutnya.

Untuk destinasi wisata, kata Guntur, pemerintah pusat mendukung peningkatan fasilitas. Seperti dukungan penambahan fasilitas di Pantai Trikora. “Tahun ini hanya beberapa saja, tahun depan puluhan destinasi wisata akan mendapatakan dukungan penambahan fasilitas dari Kemenpar,” ujarnya.

Guntur sakti mengungkapkan ada beberapa rintangan yang dihadapi Kepri, untuk menarik wisman. “Destinasi wisata yang terbatas, jadi butuh yang baru. Kedatangan wisman, kebanyakan hanya akibat event saja,” ucapnya. (ska)

Respon Anda?

komentar